Blog Arsip
- September 2018 (2)
- June 2015 (2)
- March 2015 (2)
- February 2015 (12)
- January 2015 (30)
- December 2014 (15)
- September 2014 (1)
- March 2014 (3)
- February 2014 (1)
- December 2013 (9)
Mohammad Zainul Mifta. Powered by Blogger.
Ikutan Yuk

Bersama dengan kebahagiann
Saat bersama mereka senyum ini tak henti hentinya terbuka, yang kurasakan saat itu hanyalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya bersama mereka kumenemukan rasa kebersamaan
Pendidikan Al-qur'an
Sampaikanlah walau itu hanya satu ayat, inilah ayat dari dalam Al Qur'an yang menjadi sebuah motivasi hidupku untuk menyumbangkan semua ilmu ini untuk mereka yang membutuhkannya, dan untuk mereka yang ingin aku berikan, tak ada suatu alasan untuk tidak dapat membagikan ilmu karena ilmu itu akan abadi jikalau ilmu itu engkau ajrkan kepada orang lain. dan apakah ilmu itu mahal, memang ilmu itu mahal, namun ilmu itu mampu engkau dapatkan dimanapun engkau berada. dan tuntutlah ilu hingga negara china. fighting
Bakti Karya Mahasiswa
Merupakan suatu cara untuk mendekatkan diri dengan lingkungan masyarakat di kalangan pedalaman, namun tidak itu saja, kita belajar bagaimana kehidupan di lingkungan masyarakat yang dalam kriteria tertinggal, namun dalam msyarakat ini tidak tertinggal, namun pada masyarkat kali ini adalah masyarakat yang telah mengalami perubahan kehidupan dan telah beradaptasi dengan sebuah teknologi kehidupan, dengan lingkungan yang terjal saat perjalanan menuju desa desa nan indah dan alami,
Mulakan dgn Bismillah
Mulakan dgn Bismillah.. Akhiri dgn Alhamdulillah Dialah Yang Maha Agung Maha Besar lagi Maha Tinggi Maha Berkuasa lagi Maha Bijaksana Maha Pengasih lagi Maha Mengasihani Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui Maha Tahu lagi Maha Melihat Maha Esa lagi Maha Perkasa Maha Suci lagi Maha Mulia Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun Maha Adil lagi Maha Benar Maha Pemelihara lagi Maha Pelindung Maha Pemberi lagi Maha Pemurah Dan Dia lah Maha segala Maha Ya Allah, ampunilah dosa kami, kesalahan kami, dan khilaf kami, maafkanlah kami ya Allah, masukkan lah kami ke dalam surga firdaus-Mu bersama golongan orang - orang sholeh. Aamiin
Berjabat Tangan
Seabik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengerjakannya (HR. Bukhari) . Sampaikanlah ilmu yang kalian terima pada yang lain, jangan sampai berhenti pada kita.
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts
05 March 2015
16 January 2015
Makalah Filsafat Ilmu ke-13
Makalah Filsafat Ilmu tentang fenomena filsafat
Makalah Filsafat Ilmu ke-12
langsung aja dilihat kawan dan dipelajari yah
PDF
14 January 2015
Makalah Filsafat Ilmu ke-8
Bentuk PDF
Makalah Filsafat Ilmu ke-5
Makalah & PPT Filsafat Ilmu
PDF
PPT
12 January 2015
Makalah Filsafat Ilmu ke-2
Sedikit pembahasan mengenai ilmu Fenomenologi filsafat
dibawah ini bentuk PDF
Bentuk PPT
Makalah Filsafat Ilmu Fenomenologi
Makalah Filsafat Ilmu ke-1
Assalamualaikum, berikut ini Makalah Filsafat Ilmu cek aja kawan
14 December 2014
Ilmu Kealaman Dasar
PERANAN ILMU ALAMIAH
DASAR
(IAD) DI DALAM PLS
Dosen:
Hasan
Subekti, S.Pd., M.Pd
v ROBIATUL ADAWIYAH (131034045)
v SHERLY CLAUDIA PARDOSI (131034067)
v NIKMATUL IRADINI (131034068)
v DESI SAFITRI (131034082)
v MOHAMMAD ZAINUL MIFTA (131034083)
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
2013
B
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
KATA PENGANTAR
Makalah disusun agar pembaca dapat mengetahui dan memahami apa hakikat ilmu alamiah dasar serta peranannya dalam pendidikan luar sekolah. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Hakikat dan Peran Ilmu alamiah Dasar Dalam Pendidikan Luar Sekolah”. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, teman-teman, dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini, sehinggga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan sarannya guna perbaikan di kemudian hari. Terimakasih
Surabaya, November 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata pengantar
................................................................................................1
Daftar Isi .........................................................................................................2
Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
............................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah
........................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan
..........................................................................3
Bab II
Pembahasan
2.1 Hakikat Ilmu Alamiah
Dasar......................................5
2.2 Pengertian
Pendidikan Luar Sekolah...........................................8
2.3 Tujuan dan Fungsi
Mata Kuliah Sains Dasar .............................11
2.4 Peranan Ilmu Alamiah Dasar Dalam Pendidikan PLS................12
Bab III Penutup
3.1 Simpulan .....................................................................................16
3.2 Saran
...........................................................................................16
Daftar Pustaka
..............................................................................................
17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi ini telah banyak bermunculan ilmu pengetahuan yang mutakhir dimana-mana, yang semua itu akan berdampak pada kehidupan kita didunia. Salah satu dari beberapa ilmu itu adalah ilmu alamiah dasar.
Kita sebagai para calon pendidik pun masih banyak kelemahan dalam penguasaan ilmu, banyak belum mengenal ilmu-ilmu tersebut. Khususnya ilmu kealaman dasar yang penting.
Hakiakat ilmu kealaman dasar itu pun mampu menjadi dasar bagi kita untuk melangkah dalam mempelajari mata kuliah ini. Serta peranannya yang besar bagi perkembangan kita untuk hidup dalam masyarakat. IAD Memberikan arah yang jelas.
Ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sesuai dengan perkembanangan kebutuhan manusia, ilmu pun selalu berkembang dengan cepat. Ilmu dapat memberikan dampak yang bermacam-macam terhadap kehidupan manusia.
Dalam era globalisasi ini telah banyak bermunculan ilmu pengetahuan yang mutakhir dimana-mana, yang semua itu akan berdampak pada kehidupan kita didunia. Salah satu dari beberapa ilmu itu adalah ilmu alamiah dasar.
Kita sebagai para calon pendidik pun masih banyak kelemahan dalam penguasaan ilmu, banyak belum mengenal ilmu-ilmu tersebut. Khususnya ilmu kealaman dasar yang penting.
Hakiakat ilmu kealaman dasar itu pun mampu menjadi dasar bagi kita untuk melangkah dalam mempelajari mata kuliah ini. Serta peranannya yang besar bagi perkembangan kita untuk hidup dalam masyarakat. IAD Memberikan arah yang jelas.
Ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sesuai dengan perkembanangan kebutuhan manusia, ilmu pun selalu berkembang dengan cepat. Ilmu dapat memberikan dampak yang bermacam-macam terhadap kehidupan manusia.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tesebut, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah;
1. Apa hakikat dari ilmu alamiah dasar?
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tesebut, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah;
1. Apa hakikat dari ilmu alamiah dasar?
2. Apa pengertian pendidikan luar
sekolah?
3. Apa tujuan dan fungsi mata kuliah
Sains Dasar?
4. Apa peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah?
4. Apa peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah?
1.3
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini tak lain adalah:
1. Untuk mengetahui dan menjelaskan apa itu hakikat ilmu alamiah dasar.
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini tak lain adalah:
1. Untuk mengetahui dan menjelaskan apa itu hakikat ilmu alamiah dasar.
2. Untuk
mengetahui pengertian pendidikan luar sekolah
3. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi mata
kuliah Sains Dasar
4. Untuk mengetahui dan memahami peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah.
4. Untuk mengetahui dan memahami peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Hakikat Ilmu Alamiah Dasar
Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Jadi ilmu alamiah dasar tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya ilmu-ilmu lainnya.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Sebenarnya kita sudah tidak asing lagi dengan disiplin ilmu ini, karena secara tidak sadar sudah kita temukan dimana saja, dan kapan saja, serta dalam bentuk apa saja. Dan tentunya semua ilmu memiliki tujuan, peran, manfaat dan fungsi. Begitu juga dengan ilmu alamiah dasar. Tujuan ilmu alamiah dasar adalah:
1. Memperkenalkan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan alam.
2. Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara-cara pendekatan dalam IPA dan teknologi.
3. Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran , cara-cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi.
4. Mengembangkan interaksi yang selaras dan disiplin-disiplin ilmu eksakta maupun non-eksakta.
Sedangkan fungsi dari Pengajaran Ilmu alamiah dasar adalah:
1. Mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa Non-eksakta.
2. Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar pada pengembangan diri, ilmu dan profesi para mahasiswa non-eksakta.
Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Jadi ilmu alamiah dasar tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya ilmu-ilmu lainnya.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Sebenarnya kita sudah tidak asing lagi dengan disiplin ilmu ini, karena secara tidak sadar sudah kita temukan dimana saja, dan kapan saja, serta dalam bentuk apa saja. Dan tentunya semua ilmu memiliki tujuan, peran, manfaat dan fungsi. Begitu juga dengan ilmu alamiah dasar. Tujuan ilmu alamiah dasar adalah:
1. Memperkenalkan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan alam.
2. Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara-cara pendekatan dalam IPA dan teknologi.
3. Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran , cara-cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi.
4. Mengembangkan interaksi yang selaras dan disiplin-disiplin ilmu eksakta maupun non-eksakta.
Sedangkan fungsi dari Pengajaran Ilmu alamiah dasar adalah:
1. Mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa Non-eksakta.
2. Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar pada pengembangan diri, ilmu dan profesi para mahasiswa non-eksakta.
1. Pengetian Ilmu Pengetahuan Alam
H.W fowler mengatakan bahwa ilmu pengetahuan alam merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan masalah tertentu. Metode inilah yang menjadi dasar metode yang digunakan dalam IPA.
H.W fowler mengatakan bahwa ilmu pengetahuan alam merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan masalah tertentu. Metode inilah yang menjadi dasar metode yang digunakan dalam IPA.
2. Lahirnya Ilmu Alamiah
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pertambahan pengetahuan didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pertambahan pengetahuan didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)
3. Metode Ilmiah dan
Implimentasinya
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat sebagai berikut :
1. Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2. Masalah dan problema, menemukan masalah dengan kata lain adalah dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3. Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4. Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat sebagai berikut :
1. Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2. Masalah dan problema, menemukan masalah dengan kata lain adalah dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3. Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4. Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
Teori, bukti
eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil
eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang
dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu. Maka disusun
teori. Dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap
kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk (terkait
dengan teori pencahayaan.
4. Ketebatasan Ilmu Alamiah
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.
5. Filsafat Ilmu Alamiah
Vitalisme, merupakan suatu doktrin yang menyatakan adanya kekuatan diluar alam. Kekuatan itu melikiki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di Alam semesta ini. (misalnya Tuhan). pendapat ini ditantang oleh beberapa orang lain karena dalam ilmu alamiah dikatakan bahwa segala sesuatunya harus dapat dianalisis secaras eksperimen. Atau harus cocok dengan metode ilmiah.
Mekanisme, penyebab segala gerakan di alam semesta ini dikarenakan hukum alam (misalnya fisika atau kimia). Faham ini menganggap bahwa gejala pada mahluk hidup secara otomatis terjadi hanya berdasar peristiwa fisika –kimia belaka. Pandangan ini menyamakan gejala pada mahluk hidup dengan gejala benda tidak hidup sehingga perbedaan hikiki tidak ada. Dengan begitu dapat menghayutkan manusia ke pandangan materialisme yang selanjutnya kepada Atheisme.
Agnotisme, untuk menghindari pertentangan vitalisme dan mekanisme maka aliran ini timbul, dimana aliran ini melepaskan atau tidak memperhatikan sisi dari sang pencipta. Mereka yang mengkuti aliran ini, hanya mempelajari gejala-gejala alam saja, aliran ini banyak dianut oleh ilmuwan Barat.
Filsafat Pancasila, paham yang menjembatani dari 2 aliran yang menyatakan bahwa alam dan hukumnya terjadi karena ciptaan tuhan dan proses selanjutnya menurut filsafat mekanisme (hukum alam). Hukum alam adalah itu adalah sama dengan hukum Tuhan.Dapat dilihat dari kehidupan makhluk hidup dari awal sampai akhir.
2.2 Pengertian Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan
luar sekolah sebenarnya sudah ada sebelum pendidikan formal lahir.
Pendidikan luar sekolah (PLS) sesungguhnya bukan merupakan hal yang baru dalam
kehidupan manusia (Faure, 1981: 2). Pendidikan luar sekolah berjalan sesuai
dengan peradaban manusia yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan manusia
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pelaksanaan, masyarakat melakukannya
melalui upacara-upacara tradisional, keagamaan, kebudayaan, dan kegiatan
belajar membelajarkan dalam bentuk magang oleh orang tua kepada anaknya atau
orang yang sudah tahu kepada orang yang ingin tahu secara tradisional. Pendapat
para pakar pendidikan luar sekolah mengenai definisi PLS cukup bervariasi.
Philip H.Coombs berpendapat bahwa pendidikan luar sekolah adalah semua kegiatan
pendidikan yang terorganisasi, sistematis dan dilaksanakan di luar sistem
pendidikan formal, yang menghasilkan tipe-tipe belajar yang dikehendaki oleh
kelompok orang dewasa maupun anak-anak. Russel Kleis, dalam bukunya Non-formal
Education mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah usaha
pendidikan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Biasanya pendidikan
ini berbeda dengan pendidikan tradisional terutama yang menyangkut waktu,
materi, isi dan media. Pendidikan luar sekolah dilaksanakan dengan sukarela dan
selektif sesuai dengan keinginan serta kebutuhan peserta didik yang ingin belajar
dengan sungguh-sungguh. Axinn
mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah merupakan kegiatan yang ditandai
dengan kesengajaan dari kedua belah pihak, yaitu pendidik yang sengaja
membelajarkan peserta didik, dan peserta didik yang sengaja untuk belajar.
Suzanna Kindervatter mengemukakan definisi pendidikan luar sekolah sebagai
berikut: pendidikan luar sekolah sebagai suatu metoda penerapan kebutuhan,
minat orang dewasa dan pemuda putus sekolah di negara berkembang, membantu dan
memotivasi mereka untuk mendapatkan keterampilan guna menyesuaikan pola tingkah
laku dan aktivitas yang akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan
standar hidup.
Suzanna Kindervatter mengusulkan
pendidikan pendidikan luar sekolah sebagai "empowering process”. Empowering
process adalah pendekatan yang bertujuan untuk memberikan pengertian dan
kesadaran kepada seseorang atau kelompok guna memahami dan mengontrol kekuatan
sosial ekonomi dan politik sehingga dapat memperbaiki kedudukannya dalam
masyarakat. Program pembelajaran dalam empowering process dirancang untuk
memberi kesempatan kepada para anak putus sekolah, dengan menganalisis keadaan
kehidupan mereka guna, mengembangkan keterampilan yang dikehendaki agar dapat
merubah keadaan kehidupan mereka.
Adikusumo
(1986: 57) dalam bukunya Pendidikan Kemasyarakatan mengemukakan
pengertian pendidikan luar sekolah sebagai berikut pendidikan luar sekolah
adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah di
luar sekolah, dimana seseorang memperoleh informasi-informasi pengetahuan,
latihan ataupun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya dengan
tujuan mengembangkan tingkat kerterampilan, sikap-sikap peserta yang efisien
dan efektif dalam lingkungan keluarga bahkan masyarakat dan negaranya. Sudjana,
mengemukakan pengertian pendidikan luar sekolah sebagai berikut:
"Pendidikan luar sekolah adalah setiap kegiatan belajar membelajarkan,
diselenggara-kan luar jalur pendidikan sekolah dengan tujuan untuk membantu
peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi diri berupa pengetahuan, sikap,
keterampilan, dan aspirasi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat,
lembaga, bangsa, dan negara. Definisi dan pengertian pendidikan luar sekolah
yang dikemukakan para pakar tersebut di atas pada prinsipnya menuju pada suatu
wawasan mengenai pendidikan luar sekolah yaitu setiap kesempatan dimana
teradapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah, guna membantu
peserta didik dalam mengaktualisasikan potensi diri dalam mengembangkan tingkat
pengetahuan, penalaran, keterampilan sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Hasil yang diperoleh dari
pendidikan luar sekolah diharapkan dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara.
Peran
Pendidikan Luar Sekolah Masalah
pendidikan dalam pendidikan sekolah, menyebabkan pendidikan luar sekolah
mengambil peran untuk membantu sekolah dan masyarakat dalam mengurangi masalah
tersebut. Sudjana (1989:107) mengemukakan peran pendidikan luar sekolah adalah
sebagai “pelengkap, penambah, dan pengganti". Sebagai pelengkap
pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah berfungsi untuk melengkapi
kemampuan peserta didik dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang tidak
diperoleh dalam pendidikan sekolah. Isi pogram didasarkan atas kebutuhan
peserta didik. program dilakukan oleh para penyelenggara pendidikan dan bekerja
sama dengan masyarakat. Programnya bermacam-macam, seperti pendidikan
keterampilan produktif, olah raga, kesenian, kelompok belajar, kelompok
rekreasi dan kelompok pencinta alam. Pendidikan luar sekolah sebagai pelengkap
ini dirasakan perlu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat
dan mendekatkan fungsi pendidikan sekolah dengan kenyataan yang ada di
masyarakat. Oleh karena itu program-program PLS pada umumnya dikaitkan dengan
lapangan kerja dan dunia usaha seperti latihan keterampilan kayu, tembok, las,
pertanian, makanan, dan lain-lain. Sebagai penambah pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah sebagai penambah pendidikan sekolah bertujuan
untuk menyediakan kesempatan belajar kepada:
1.
Peserta didik yang ingin memperdalam materi pelajaran tertentu yang diperoleh
selama mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah. Kegiatan
belajar tambahan ini dilakukan di luar jam pelajaran dengan menggunakan ruang
kelas di sekolah yang bersangkutan atau ditempat lain. Materi pelajaran
disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Para pendidik pada umumnya adalah
guru-guru mata pelajaran yang bersangkutan sangkutan atau sumber belajar lain
yang ada di masyarakat.
2.
Alumni suatu jenjang pendidikan sekolah dan masih memerlukan layanan pendidikan
untuk memperluas materi pelajaran yang telah diperoleh. Kebutuhan ini berkaitan
dengan dua hal, yaitu : 1) Memperluas materi pelajaran yang telah diperoleh
untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Kebutuhan ini biasanya
dilakukan melalui bimbingan studi, bimbingan tes, kursus-kursus dan kelompok
belajar; 2) Menambah pengetahuan tentang materi belajar yang dirasakan penting
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.
Kebutuhan ini dilakukan melalui kursus-kursus, diskusi, seminar lokakarya,
penelitian dan studi kepustakaan.
3. Mereka yang putus sekolah dan
memerlukan pengetahuan serta keterampilan yang berkaitan dengan lapangan
pekerjaan atau penampilan diri dalam masyarakat. Upaya ini dikaitkan dengan
keterampilan kerja dan berusaha.
Pendidikan luar
sekolah sebagai penambah ini diarahkan untuk membekali para lulusan dan mereka
yang putus sekolah untuk memasuki dunia kerja. Sebagai pengganti pendidikan
sekolah Pendidikan luar sekolah sebagai pengganti pendidikan sekolah
meyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak atau orang dewasa yang karena
berbagai alasan tidak memperoleh kesempatan untuk memasuki satuan pendidikan
sekolah, umumnya sekolah dasar. Program pendidikan ini sering diselenggarakan
di daerah-daerah terpencil atau daerah yang disebut kantong terasing yang belum
memiliki sekolah dasar. Kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk memberikan
kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung dan pengetahuan praktis dan
sederhana yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti pemeliharaan
kesehatan lingkungan dan pemukiman, gizi keluarga, cara bercocok tanam, dan
jenis-jenis keterampilan lainnya. Kegiatan ini sanya dikelola oleh
lembaga-lembaga pemerintah dan badan-badan sosial yang mempunyai tugas
pelayanan pada masyarakat.
2.3 Tujuan Dan Fungsi Mata
Kuliah Sains Dasar
Tujuan mempelajari Sains Dasar ini
adalah untuk mengetahui semua perilaku alam semesta yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia.
Secara garis
besar rumusan tujuan tersebut adapat terperinci sebagai berikut:
- Menambah wawasan tentang Sains Dasar ,terutama mengembangkan sikap ilmiah seperti : jujur,terbuka, optimis,tidak mudah putus asa, peka terhadap kelestarian lingkungan, dan memupuk keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Meningkatkan wawasan tentang alam dan lingkungan yang memberika kekuatan bagi sumber-sumber kemakmuran masyarakat
- Meningkatkan kecintaan akan sumber-sumber alam dan lingkungan
- Menempatkan nilai-nilai sumber daya alam dan lingkungannya sebagai pendorong semangat ilmiah dalam kaitan dengan perkembangan IPTEK
- Mengembangkan kemampuan pribadi untuk berkehidupan bermasyarakat terutama dalam bidang kekaryaan dan profesi
- Mampu berfikir secara rasional, sistematis, dan bersikap professional dalam menyelesaikan masalah kehidupan
- Berjiwa besar dan mampu menerima pendapat orang lain secara logis dan ilmiah
- Memupuk rasa tanggung jawab terhadap sumber daya alam dab lingkungan
- Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin ilmu eksak dan non eksak.
2.4 Peranan ilmu
alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah
Tentunya semua disiplin ilmu itu memiliki peran dalam kehidupan manusia. Yang mana perannya ini dapat bersifat baik dan dapat bersifat buruk. Sedangkan peran Ilmu Alamiah Dasar dalam kehidupan manusia terutama bagi pendidikan luar sekolah sampaisaat ini antara lain:
1. Bidang pangan
dan perbaikan gizi
Dalam bidang
pangan dan gizi, peran sains cukup besar baik dari segi peningkatan penyediaan
pangan, penganekaragaman pola konsumsi masyarakat, maupun dalam peningkatan
status gizi masyarakat serta mengurangi berbagai jenis penyakit akibat
kekurangan gizi.
2. Suatu ilmu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Dengan adanya perkembangan ilmu alamiah dasar dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan ilmu IPA dapat timbul cabang-cabang ilmu lain yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
3. Suatu ilmu yang dapat menaikkan kualitas mutu produksi.
Dengan teknologi material yang bersumber dari ilmu dasar ini yaitu oleh konsep-konsep IPA para ahli makin menguasai sifat maupun pemanfaatan suatu senyawa, denagn mengubah atau mereaksikan nya dengan senyawa lain sehingga mendapatkan senyawa baru dengan kualitas tinggi yang sesuai dengan harapan.
4. Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu yang berkaitan dengan alam.
Tentu saja bila kita mengenal ilmu alamiah dasar kita akan menemukan ilmu-ilmu lainnya, karena ilmu alamidah dasar (IAD) ini bukanlah ilmu yang berdiri sendiri.
5. Meningkatkan
system transportasi dan komunikasi.
Perkembangan ilmu semakin pesat, menimbulkan tekanan dalam pikiran para ilmuan untuk terus berkarya dalam hal-hal yang baru termasuk dalam transportasi dan komunikasi. Yang dulunya kita berkomunikasi sangatlah sulih, nah sekarang anya dalam hitungan detik kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang jauh lokasinya. Begitu juga dengan transportasi, dulu kita bila ingin menjangakau tempat yang jauh kita membutuhkan berhari-hari, namun kini dengan adanya iptek ini hal yang lama menjadi cepat.
Perkembangan ilmu semakin pesat, menimbulkan tekanan dalam pikiran para ilmuan untuk terus berkarya dalam hal-hal yang baru termasuk dalam transportasi dan komunikasi. Yang dulunya kita berkomunikasi sangatlah sulih, nah sekarang anya dalam hitungan detik kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang jauh lokasinya. Begitu juga dengan transportasi, dulu kita bila ingin menjangakau tempat yang jauh kita membutuhkan berhari-hari, namun kini dengan adanya iptek ini hal yang lama menjadi cepat.
6. Memberikan kontribusi tentang ilmu kesehatan.
Sebagaimana kita ketahui ilmu kedokteran itu sarana dan prasarananya adalah ilmu dasar ( fisika, kimia, biologi) serta alat-alat elektronik dan non elektroik.
7. Dapat meninakatkan kualitas SDM.
Dengan adanya IAD kita dapat meningakatkan SDM.
8. Dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
Dengan adanya
IAD maka Semakin banyak perusahaan maupun sekolah, maka peluang dalam lapangan
pekerjaan itu menjadi lebih besar.
9. Dapat meningakatkan keborosan dan menimbulakan pencemaran lingkungan.
Pendayagunaan teknologi SDA pun dapat mengakibatkan dampak negative bila kita salah dalam penggunaannya.
10.Bidang
teknologi informasi dan komunikasi
Perkembangan masyarakat informasi merupakan
proses kesinambungan revolusi
industri. Selama ini berkat kemajuan di bidang telematika
(telekomunikasi dan infornasi), maka arus informasi akan mengalir secara deras
dan sangat mudah diperoleh. Di lain pihak perkembangan kehidupan masyarakt juga
menuntut
ketersediaan
informasi yang tinggi. Kedua hal tersebut saling terkait mendorong terciptanya
globalisasi informasi. Semua ini akan terlaksana dengan baik bila penguasaan
sains sebagai sumber teknologi dkuasai dengan baik. Disini peran PLS sebagai
memberikan informasi dan kursus-kursus
kilat terutama pada masyarakat perkotaan karena lebih cepat terkena
perkembangan ilmu dan teknologi.
11. Bidang Bioteknologi
Kehidupan
manusia modern yang bercirikan kemajuan dan penguasaan IPTEK meletakkan
bioteknologi sebagai teknologi terkemuka dan menjadikannya sebagai teknologi
harapan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kesejahteraan umat manusi.
Dalam hal ini
penerapan bioteknologi yang menguntungkan suatu Negara dan masyarakat adalah
bioteknologi yang dapat digunakan secara langsung untuk mengatasi berbagai hal
antara lain :
a.
Upaya peningkatan gizi
b.
Pencegahan dan pengobatan berbagai
penyakit
c.
Pemeliharaan lingkungan agar aman
bagi kehidupan
d.
Upaya pengembangan efiseiensi
produksi pangan, hewani seperti susu,keju dan daging.
e.
Industri hutan
f.
Industri obat-obatan
g.
Vaksinasin
h.
Energi
Untuk dapat
berkembangnya bioteknologi secara baik diperlukan kemampuan penguasaan dalam
bidang biologi, mikrobiologi, biokimia, genetika, fisika,kimia, dan rekayasa yang
secara bersamaan mampu menguak tabir misteri kehidupan dan organisasi dari
makhluk hidup.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Simpulan
Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sehingga dapat memberikan wawasan.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sehingga dapat memberikan wawasan.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
3.2 Saran
Ilmu pengetahuan tidak selamanya membuat manusia menjadi lebih beradap
dan mencapai kesempurnaan hidup, tapi pengetahuan ini juga dapat menjadikan
bencana bagi diri kita.
Jadi kita harus faham betul ilmu pengetahuan apa yang sedang kita pelajari. Sebagai calon pendidik kita seharusnya mampu menganalisis mana yang baik dan mana yang buruk.
Jadi kita harus faham betul ilmu pengetahuan apa yang sedang kita pelajari. Sebagai calon pendidik kita seharusnya mampu menganalisis mana yang baik dan mana yang buruk.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Nasrudin
Harun, MS, dkk: Sains Dasar,Surabaya
: Unesa University Press, 2007
Kesehatan Masyarakat
MAKALAH
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN
DENGAN SANITASI MAKANAN
DAN
HUBUNGAN ANTARA POLUSI UDARA
DENGAN PENYAKIT KULIT
Disusun
Oleh :
|
Amirul Mushalihul Ibad : 131034013 Hayatun Nufus :
131034019
Abd. Rohim Noer :
131034042 Bamabang Adi Suryono : 131034072
|
|
Wahyu Setyorini : 131034046 Desy Anjani Priastika : 131034074
Aries Angga Prakoso : 31034080 Mohammad Zainul Mifta : 131034083
|
PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGRI SURABAYA
(UNESA)
2013
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang
telah memberikan petunjuk dan hidayah -Nya sehingga kelompok kami dapat
menyelesaikan makalah dengan judul “Hubungan Antara Linkungan Dengan Sanitasi
Makanan Dan Hubungan Antara Polusi Udara Dengan Penyakit Kulit”.
Kami merancang makalah
ini dengan bentuk se’sederhana mungkin untuk dapat di mengerti oleh para
pembaca makalah ini, dan dapat diserapi akan ilmu pengetahuan yang tersirat di
dalam makalah ini.
Kami sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari berbagai pihak demi perbaikan makalah ini. Atasbantuan, arahan, danmotivasi yang senantiasadiberikanselamaini,
dengansegalakerendahanhati, dari kelompok kamimenghaturkansegenapucapanterimakasih.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................... iii
Daftar Isi .................................................................................................... iv
Bab I Pendahuluan ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................. 2
1.2 Rumusan Masalah ............................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................... 2
Bab II Pembahasan ................................................................................... 3
A. SANITASI
MAKAN ............................................................. 3
2.1. Pengertian Higiene ............................................................ 3
2.2 Pengertian Sanitasi ............................................................ 3
2.3 Pengertian Makanan .......................................................... 4
2.4
Pengertian
Higiene Sanitasi Makanan ............................... 4
2.5 Peranan Makanan Sebagai Media Penularan Penyakit
Menurut Sihite
(2000) ....................................................... 4
2.6
Prinsip Higiene
Sanitasi Makanan ..................................... 5
2.7 Prinsip Pengolahan
Makanan ............................................ 6
2.8 Prinsi Penyimpanan
Makanan ........................................... 7
2.9
Prinsip Pengangkutan Makanan ........................................ 7
2.10 Prinsip Penyajian
Makanan ............................................. 8
B.
PENYAKIT KULIT ............................................................. 9
3.1 Penyakit Kulit ................................................................... 9
3.2
Jenis – Jenis
Penyakit Kulit ............................................... 9
1.
Panu ........................................................................... 9
2.
Kudis .......................................................................... 10
3.
Eksim ......................................................................... 11
4.
Jerawat ....................................................................... 12
a)
Jerawat Biasa ......................................................... 12
b) Jerawat Batu .......................................................... 13
c) Komedo ................................................................. 14
Bab III Penutup ........................................................................................ 15
4.1 Kesimpulan ....................................................................... 15
4.2 Saran ................................................................................. 15
Daftar Pustaka .......................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk
melestarikan kehidupannya, yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Untuk
mendapatkan makanan tersebut diperoleh dengan cara berburu atau dengan cara
bercocok tanam, sebagai lahan untuk berburu dan bercocok tanam tempatnya adalah
lingkungan. Oleh karena itu makanan merupakan salah satu
kajian dari pakar lingkungan.
Dalam kehidupan manusia dan setiap makhluk hidup, makanan
mempunyai peranan penting dan peranan tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut:
a. Setiap manusia memerlukan makanan untuk
kelangsungan hidupnya.
b. Manusia yang terpenuhi semua kebutuhan
makanannya akan terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga kerja
yang produktif, dan sebagainya.
c. Bahan makanan dapat merupakan media
perkembang biakan kuman penyakit atau dapat juga merupakan media perantara
dalam penyebaran suatu penyakit.
Berkenaan dengan peranannya dalam menimbulkan penyakit,
makanan dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Secara alamiah makanan sudah mengandung
bahan-bahan kimia yang beracun untuk dimakan. Misalnya: singkong jenis tertentu
mengandung asam cyanida (HCN), jengkol mengandung asam jengkol, beberapa jenis
ikan mengandung racun dalam tubuhnya.
b. Sebagai media perkembang biakan
mikroorganisme dan dapat dihasilkan toksin yang beracun bagi manusia.
Mikroorganisme tertentu terdapat dimana-mana, sehingga kemungkinan suatu
makanan dapat terkontaminasi adalah besar sekali. Hal ini menggambarkan manusia
selalu bersaing dengan makhluk lain dalam hal mendapatkan makanan.
c. Sebagai perantara penyebaran penyakit.
Makanan mendapat kontaminasi oleh agen patogen melalui berbagai cara, sehingga
penyakit dari satu orang dapat ditularkan kepada orang lain atau beberapa
penyakit pada hewan dapat dipindahkan kepada manusia.
1.2
Rumusan Masalah
Sampai sekarang ini makanan menjadi masalah yang serius,
karena produksi makanan tidak bisa mengimbangi lajunya pertumbuhan penduduk.
Lajunya produksi makanan seperti deret hitung sementara laju pertumbuhan
penduduk seperti deret ukur. Akibatnya timbul berbagai kasus kelaparan,
penyakit-penyakit kurang gizi antara lain beri-beri, pallagra, anemi zat besi
dan kurang vitamin A. Disamping persediaan makanan yang tidak memadai, faktor
kemiskinan juga memperberat terjadinya kasus-kasus penyakit kurang gizi. Salah
satu usaha untuk mengurangi kasus kekurangan makanan muncul gagasan supaya
mencari sumber protein baru non agricultura atau membentuk suatu badan dunia
mengurusi sumber daya pangan sedunia.
1.3
Tujuan Penulisan
Penulisan makalah yang berjudul ”Sanitasi Makanan” ini
kiranya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada publik agar lebih
memahami dan mengerti tentang apa itu sanitasi makanan dan bagaimana cara
pengelolaan makanan yang benar yang memungkinkan akan terjadinya kelangsungan
hidup yang nyaman dan sehat.
BAB I
PENDAHULUAN
2.1
Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk
melestarikan kehidupannya, yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Untuk
mendapatkan makanan tersebut diperoleh dengan cara berburu atau dengan cara
bercocok tanam, sebagai lahan untuk berburu dan bercocok tanam tempatnya adalah
lingkungan. Oleh karena itu makanan merupakan salah satu
kajian dari pakar lingkungan.
Dalam kehidupan manusia dan setiap makhluk hidup, makanan
mempunyai peranan penting dan peranan tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut:
d. Setiap manusia memerlukan makanan untuk
kelangsungan hidupnya.
e. Manusia yang terpenuhi semua kebutuhan
makanannya akan terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga kerja
yang produktif, dan sebagainya.
f. Bahan makanan dapat merupakan media
perkembang biakan kuman penyakit atau dapat juga merupakan media perantara
dalam penyebaran suatu penyakit.
Berkenaan dengan peranannya dalam menimbulkan penyakit,
makanan dapat digolongkan sebagai berikut:
d. Secara alamiah makanan sudah mengandung
bahan-bahan kimia yang beracun untuk dimakan. Misalnya: singkong jenis tertentu
mengandung asam cyanida (HCN), jengkol mengandung asam jengkol, beberapa jenis
ikan mengandung racun dalam tubuhnya.
e. Sebagai media perkembang biakan
mikroorganisme dan dapat dihasilkan toksin yang beracun bagi manusia.
Mikroorganisme tertentu terdapat dimana-mana, sehingga kemungkinan suatu
makanan dapat terkontaminasi adalah besar sekali. Hal ini menggambarkan manusia
selalu bersaing dengan makhluk lain dalam hal mendapatkan makanan.
f. Sebagai perantara penyebaran penyakit.
Makanan mendapat kontaminasi oleh agen patogen melalui berbagai cara, sehingga
penyakit dari satu orang dapat ditularkan kepada orang lain atau beberapa
penyakit pada hewan dapat dipindahkan kepada manusia.
2.2
Rumusan Masalah
Sampai sekarang ini makanan menjadi masalah yang serius,
karena produksi makanan tidak bisa mengimbangi lajunya pertumbuhan penduduk.
Lajunya produksi makanan seperti deret hitung sementara laju pertumbuhan
penduduk seperti deret ukur. Akibatnya timbul berbagai kasus kelaparan,
penyakit-penyakit kurang gizi antara lain beri-beri, pallagra, anemi zat besi
dan kurang vitamin A. Disamping persediaan makanan yang tidak memadai, faktor
kemiskinan juga memperberat terjadinya kasus-kasus penyakit kurang gizi. Salah satu
usaha untuk mengurangi kasus kekurangan makanan muncul gagasan supaya mencari
sumber protein baru non agricultura atau membentuk suatu badan dunia mengurusi
sumber daya pangan sedunia.
2.3
Tujuan Penulisan
Penulisan makalah yang berjudul ”Sanitasi Makanan” ini
kiranya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada publik agar lebih
memahami dan mengerti tentang apa itu sanitasi makanan dan bagaimana cara
pengelolaan makanan yang benar yang memungkinkan akan terjadinya kelangsungan
hidup yang nyaman dan sehat.
BAB
II
PEMBAHASAN
C. SANITASI MAKAN
2.1
Pengertian
Higiene
a. Higiene
adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari kondisi lingkungan terhadap
kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan
kesehatan tersebut, serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga
terjamin pemeliharaan kesehatan. Misalnya, minum air yang direbus, mencuci
tangan sebelum memegang makanan, dan pengawasan kesegaran ataupun mutu daging
(Azwar, 1990).
b. Higiene
adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan
subyeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi
kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, serta
membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara
keseluruhan (Depkes RI, 2004).
2.2
Pengertian
Sanitasi
a. Sanitasi
adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap
berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia seperti
pembuatan sumur yang memenuhi persyaratan kesehatan, pengawasan kebersihan pada
peralatan makan, serta pengawasan terhadap makanan (Azwar, 1990).
b. Sanitasi
adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan
lingkungan dari subyeknya, misalnya menyediakan air yang bersih untuk keperluan
mencuci tangan, menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah agar sampah
tidak dibuang sembarangan (Depkes RI, 2004).
c. Sanitasi
makanan merupakan upaya-upaya yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan
makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada manusia (Chandra,
2006).
d. Sedangkan
menurut Oginawati (2008), sanitasi makanan adalah upaya pencegahan terhadap
kemungkinan bertumbuh dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen
dalam makanan yang dapat merusak makanan dan membahayakan kesehatan manusia.
2.3
Pengertian
Makanan
a. Menurut
WHO, makanan adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak termasuk
air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk pengobatan
(Chandra, 2006).
b. Makanan
jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pembuat makanan di tempat
penjualan dan disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum
selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel (Depkes RI,
2003).
2.4 Pengertian Higiene Sanitasi Makanan
Higiene
sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang,
tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan
kesehatan. Persyaratan higiene sanitasi adalah ketentuan-ketentuan teknis yang
ditetapkan
terhadap produk rumah makan dan restoran, dan perlengkapannya yang meliputi
persyaratan bakteriologis, kimia, dan fisika (Depkes RI, 2003).
2.5
Peranan
Makanan Sebagai Media Penularan Penyakit Menurut Sihite (2000)
Peranan Makanan Sebagai Media Penularan
Penyakit Menurut Sihite (2000), makanan dalam hubungannya dengan
penyakit dapat berperan sebagai:
a.
Agent
Makanan
dapat berperan sebagai penyebab penyakit, contohnya pada makanan yang terkenal
di Jawa Timur (Lumajang) dan Jawa Tengah (Banyumas) yaitu tempe bongkrek. Tempe
bongkrek terbuat dari kacang kedelai ditambah dengan ampas kelapa yang
dijamurkan. Van veen dan Murtens menemukan 2 racun di dalam tempe bongkrek
yaitu racun berwarna kuning dan racun tidak berwarna.
Contoh
lain yaitu jamur seperti Aspergillus yaitu spesies dari genus Aspergillus yang
diketahui terdapat pada semua substrat, yang akan tumbuh pada buah busuk,
sayuran, biji-bijian, roti dan bahan pangan lainnya.
b.
Vehicle
Makanan
juga dapat sebagai pembawa bibit penyakit yang bisa berasal dari luar atau dari
dalam makanan, seperti bahan kimia atau parasit yang ikut termakan Universitas
Sumatera Utarabersama makanan dan juga beberapa mikroorganisme yang patogen,
serta bahan radioaktif yang bisa membahayakan kesehatan.
c.
Media
Makanan
bertindak sebagai tempat berkembang biak bibit penyakit, dimana kontaminan yang
jumlahnya kecil seperti mikroorganisme, jika dibiarkan dalam waktu yang lama
dan suhu yang cukup di dalam makanan, maka bisa menyebabkan wabah yang serius.
2.6 Prinsip Higiene Sanitasi Makanan
Prinsip
higiene sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor yaitu tempat
atau bangunan, peralatan, orang dan bahan makanan. Keempat faktor tersebut
dikendalikan melalui 6 (enam) prinsip higiene sanitasi makanan yaitu (Depkes
RI, 2003):
a. Prinsip
I : Pemilihan Bahan Baku Makanan
Bahan makanan mentah
atau bahan baku merupakan dasar untuk menghasilkan makanan yang baik. Bahan
baku yang baik akan menghasilkan makanan yang baik, sedangkan bahan baku yang
tidak baik akan menghasilkan makanan yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk mendapatkan
bahan baku yang baik, bahan baku makanan harus diamankan dari kerusakan seperti
pecah dan busuk serta pencemaran, baik dari asal bahan baku atau maupun dari
lingkungan. Kualitas bahan baku makanan yang baik dapat dilihat melalui
ciri-ciri fisik dan mutunya dalam hal bentuk, warna, kesegaran, bau, dan
lainnya. Bahan makanan dikatakan baik jika cukup tua atau matang sesuai
kebutuhan, bebas dari pencemaran, tidak rusak secara fisik atau bahan kimia,
dan bebas dari bibit penyakit.
b. Prinsip
II : Penyimpanan Bahan Baku Makanan
Bahan
makanan yang digunakan dalam proses produksi baik bahan baku, bahan tambahan
maupun bahan penolong, harus disimpan dengan cara penyimpanan yang baik karena
kesalahan dalam penyimpanan dapat berakibat penurunan mutu dan keamanan makanan
(Depkes RI, 2004).
Syarat- syarat penyimpanan bahan makanan
menurut Depkes RI (2011) adalah:
1. Tempat
penyimpanan bahan baku makanan selalu terpelihara dan dalam keadaan bersih.
2. Penempatannya
terpisah dari makanan jadi.
3. Penyimpanan
bahan makanan diperlukan untuk setiap jenis bahan makanan:
- Dalam
suhu yang sesuai.
- Ketebalan
bahan makanan padat tidak lebih dari 10 cm.
- Kelembaban
penyimpanan dalam ruangan yaitu 80%-90%.
4. Bila
bahan makanan disimpan digudang, cara penyimpanannya tidak menempel pada
langit-langit, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Jarak
makanan dengan lantai 15 cm.
- Jarak
makanan dengan dinding 5 cm.
- Jarak
makanan dengan langit-langit 60 cm.
5. Bahan
makanan disimpan dalam aturan sejenis Disusun dalam rak-rak sedemikian rupa
sehingga tidak mengakibatkan rusaknya bahan makanan. Bahan makanan yang masuk
lebih dahulu merupakan yang pertama keluar, sedangkan bahan makanan yang
masuknya belakangan terakhir dikeluarkan atau disebut dengan sistem fifo (first
in first out).
Penyimpanan
bahan makanan mentah jenis bahan makanan digunakan dalam wakt3 hari atau kurang
1 minggu atau kurang 1 minggu atau lebih daging, ikan, udang, dan olahannya -5áµ’c
s.d 0áµ’c -10áµ’c s.d -5áµ’c <-10áµ’c telur, susu dan olahannya 5áµ’c s.d7áµ’c -5áµ’c s.d
0áµ’c <-5áµ’c sayur, buah, dan minuman 10áµ’c 10áµ’c 10áµ’c tepung dan biji-bijian 15áµ’c
25áµ’c 25áµ’c sumber: mukono, 2000 ada 4 cara penyimpanan makanan yang sesuai
dengan suhunya yaitu (depkes ri, 2004) :
1. Penyimpanan
sejuk (cooling), yaitu suhu penyimpanan 10 ºC – 15 ºC untuk jenis minuman buah,
es krim dan sayur.
2. Penyimpanan
dingin (chilling), yaitu suhu penyimpanan 4 ºC – 10 ºC untuk bahan makanan yang
berprotein yang akan segera diolah kembali.
3. Penyimpanan
dingin sekali (freezing), yaitu suhu penyimpanan 0 ºC – 4 ºC untuk bahan
berprotein yang mudah rusak untuk jangka waktu sampai 24 jam.
4. Penyimpanan
beku (frozen), yaitu suhu penyimpanan < 0 ºC untuk bahan makanan protein yang
mudah rusak untuk jangka waktu > 24 jam.
2.7
Prinsip
Pengolahan Makanan
Pengolahan
makanan adalah proses pengubahan bentuk dari bahan mentah menjadi makanan siap
santap. Pengolahan makanan yang baik adalah yang mengikuti kaidah dari
prinsip-prinsip higiene dan sanitasi. Semua kegiatan pengolahan makanan harus
dilakukan dengan cara terlindung dari kontak langsung dengan tubuh.
Perlindungan kontak langsung dengan makanan dilakukan dengan menggunakan sarung
tangan plastik dan penjepit makanan (Arisman, 2009).
2.8
Prinsi
Penyimpanan Makanan
Jadi
Prinsip penyimpanan makanan jadi bertujuan untuk mencegah pertumbuhan dan
perkembangan bakteri pada makanan, mengawetkan makanan dan mencegah pembusukan
makanan, dan mencegah timbulnya sarang hama dalam makanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penyimpanan makanan jadi adalah :
1. Terlindung
dari debu,bahan kimia berbahaya, serangga, tikus, dan hewan lainnya .
2. Makanan
yang cepat busuk disimpan dalam suhu panas (65,5 ºC atau lebih) atau disimpan dalam suhu dingin sekitar 4 ºC atau
kurang.
3. Makanan
cepat busuk untuk digunakan dalam waktu lama (lebih dari 6 jam) harus disimpan
dalam suhu - 5 ºC sampai -1 ºC.
4. Untuk
mencegah pertumbuhan bakteri usahakanlah makanan selalu berada pada suhu dimana
bakteri tidak tumbuh yaitu dibawah 100C atau diatas 600C.
5. Makanan
dan minuman yang disajikan harus dengan wadah yang bersih dan aman bagi
kesehatan atau tutup makanan dan minuman harus dalam keadaan bersih dan tidak
mencemari makanan.
2.9
Prinsip
Pengangkutan Makanan
Prinsip pengangkutan
makanan yang baik adalah tidak terjadinya pencemaran selama proses pengangkutan
baik pencemaran fisik, mikroba, maupun kimia. Kemungkinan pengotoran makanan
terjadi sepanjang pengangkutan yang dipengaruhi oleh alat pengangkut, teknik
pengangkutan maupun tenaga pengangkut makanan.
Perlu diketahui bahwa
makanan yang sudah dimasak sangatlah sensitif sifatnya, terutama sensitif untuk
tumbuhnya kuman maupun proses pembusukan. Hal-hal yang penting diperhatikan
dalam pengangkutan makanan yang memenuhi syarat sanitasi adalah sebagai
berikut:
1. Setiap
makanan mempunyai wadah masing-masing (makanan jadi tidak bercampur dengan
makanan mentah) dan wadah yang digunakan harus baik, utuh, kuat, dan ukurannya
memadai dengan makanan yang akan diisi. Isi makanan dalam wadah tidak boleh
penuh (harus ada udara di bagian atas) untuk menghindari terjadinya uap makanan
yang mencair (kondensasi).
2. Setiap
wadah makanan harus ditutup secara baik dan tidak banyak dibuka selama
pengangkutan sampai di tempat penyajian.
3. Pengangkutan
untuk waktu yang lama harus diatur suhunya pada suhu panas (600C) atau suhu
dingin (40C) Universitas Sumatera Utara.
4. Kendaraan
untuk mengangkut makanan tidak dipergunakan untuk keperluan mengangkut bahan
lain.
5. Pengangkutan
makanan yang melewati daerah kotor harus dihindari dan cari jalan terpendek.
2.10 Prinsip
Penyajian Makanan
Proses
terakhir dari prinsip higiene sanitasi makanan adalah penyajian makanan atau
penjajaan makanan. Dalam penyajian makanan harus diperhatikan tempat penyajian,
alat penyajian, dan tenaga penyaji. Makanan disajikan pada tempat yang bersih,
sirkulasi udara dapat berlangsung, peralatan yang digunakan bersih, dan orang
yang menyajikan makanan harus berpakaian bersih, menggunakan tutup kepala, dan
tangan penyaji tidak boleh kontak langsung dengan makanan yang disajikan
(Slamet, 2004). Adapun syarat penyajian makanan yang baik adalah sebagai
berikut (Depkes RI, 2011):
B.
PENYAKIT
KULIT
3.1
PENYAKIT
KULIT
Penyakit
kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada oring – orang dari
segala usia,
yang
menyerang kulit tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Penyakit
kulit yang dibahas disini adalah penyakit kulit yang tidak berbahaya atau dalam
arti kata lain tidak akan menimbulkan dampak buruk terhadap kelangsungan hidup
orang yang terkena penyakit tersebut.
3.2 JENIS – JENIS PENYAKIT KULIT
1. Panu
|
Gambar
Penyakit Panu
|
Solusi untuk menghilangkan panu : Ambil
lenguas muda lalu tumbuk dan haluskan, kemudian diusapkan pada tubuh yang
terkena panu.
|
Gambar
Lengkuas
|
2.
Kudis
Tungau yang belapak kaki adalah
menyebabkan kudis ini muncul, anak kecil sangat mudah sekali terkena kudis, ini
dikarenakan sistem imun pada anak belum terlalu kuat. Kudis sendiri biasanya
ditemukan pada selah-selah jari tangan, pergelangan tangan, dan pinggang batas
celana. Dan penuluran kudis biasanya dari kontak langsung dan tidak lansung,
misalnya dari pakaian, handuk, atau benda yang bersifat kontak langsung.
|
Gambar
Penyakit Kudis
|
Kesehatan dan kebersihan lingkungan
anda haurslah dijaga sebaik mungkin agar tidak terkena penyakit tersebut.
|
Minyak
Zaitun
|
|
Bawang
Putih
|
|
Celupkan
Cotton Bud
|
Campurkan semu
bahan-bahan tersebut menjadi satu,dengan cara ditumpuk halus, setelah
tercampur, usapkan campuran antara bawang pitih dan minyak zaitun dengan cara Celupkan
cotton bud ke dalam campuran dan mencoba mengaplikasikannya pada area kecil
dari kulit yang terinfeksi Andatersebut pada bagian penyakit kudis.
3.
Eksim
Badan yang meradang dan iritasi adalah bentuk dari ciri-ciri eksim, Eksim bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah memegang sabun ternyata tangan terasa gatal.
Badan yang meradang dan iritasi adalah bentuk dari ciri-ciri eksim, Eksim bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah memegang sabun ternyata tangan terasa gatal.
|
Gambar
Penyakit Eksim
|
Cara yang bisa dilakukan sebagai bahan pengobatan. Misalnya
salap dan krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison bisa
mengurangi proses inflamasi atau keradangan.
Bagaimana Cara Pencegahannya?
Munculnya
eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :
a) Jaga
kelembaban kulit.
b) Hindari
perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
c) Hindari
berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
d) Kurangi
Stress.
e) Hindari
pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
f) Hindari
sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
g) Hindari
faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga,
debu, bulu binatang dan lain lain.
h) Hati
hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
Salah satu Obat yang dapat dipakai untuk mengobati
penyakit Eksim :
4.
Jerawat
Pada umumnya jerawat pernah muncul
disetiap individu, karena jerawat sangat mudah sekali muncul pada permukaan
kotor dan berminyak.
Jerawat akan berhenti muncul pada usia
sudah lebih dari 25 tahun. Jika masih ada muncul, maka jerawat tersebut tidak
sebanyak waktu usia sebelum 25 tahun.
Jerwat terbagi dari 3 macam, yaitu:
a.
Jerwat Biasa
Jerwat biasa sangat mudah untuk
ditemukan, karena disetiap wajah dan tempat-tempat yang berminyak sering muncul
jerwat.
Cara
mengobati jerawat biasa :
1.
Rajin mencuci muka
Pijat
wajah Anda dengan gerakan memutar dan basuh menggunakan air hangat.
2.
Minum Air Putih
Minum
air putih minimal 8 gelas perhari, sebab akan menjaga kelembaban dan kesehatan
kulit.
3.
Jauhkan Rambut dari Wajah
Sebab
rambut mengandung minyak yang dapat memberikan kontribusi untuk menimbulkan
jerawat.
4.
Jangan Menyentuh Jerawat
Jangan
pernah memencet jerawatSebab akan meningkatkan produksi sebum dan memecahkan
selaput dibagian bawah kulit yang dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan
jerawat yang berlebih.
5.
Mengompres dengan Potongan Kentang
berkhasiat
untuk mengempeskan jerawat dan menghilangkan bekar jerawat bila dilakukan
secara rutin.
6.
Konsumsi Sayur dan Buah
Salah
satu cara ampuh untuk menghilangkan jerawat dan bekas jerawat, sebab sayuran
dan buah mengandung banyak vitamin yang dapat menyehatkan kulit, terutama
vitamin E yang sangat dibutuhkan kulit.
7.
Tidur Cukup dan Teratur
Dengan
cukup tidur dan teratur akan membantu kulit untuk bergenerasi dan membuang
racun yang berbahaya,
b.
Jerawat Batu
Jerawat batu sangat mempengaruhi
kepercayaan diri seseorang. Beberapa faktor yang membuat jerawat batu muncul
adalah kelenjar minyak yang terlalu aktif dan cendrung membanjiri pori-pori
kulit, pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu lambat dari bawah normal, kulit
terlalu sensitif.
Cara mengobati jerawat batu :
1.
Gunakan Putih Telur dan Madu
Campurkan satu
putih telur tersebut dengan satu sendok madu asliOleskan pada bagian jerawat
dan kulit wajah, biarkan sekitar 10 atau 15 menit dan bilas dengan air bersih.
2.
Kunyit dan air jeruk
caranya tumbuk
kunyit sampai merata, campurkan dengan perasan air jeruk dan oleskan pada wajah
10-15 menit setiap hari selama kurang lebih 10-20 hari.
3.
Kentang
Sebagai masker
wajah secara rutin dapat menghilangkan pori tersumbat dan memecahkan jerawat
batu yang bandel.
c.
Komedo
Jerawat ini ditemukan di hidung, disebabkan
oleh banyaknya kelenjar minyak pada kulit yang berlebihan, sehingga menumpuk
dan mengeluarkan putih-putih dari kumpulan minyak yang mati.
|
Gambar butiran komedo yang terdapat
pada hidung
|
BAB III
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Jutaan
bahkan ribuan virus disekitar kita, dapat cepat menyerang tubuh kita, dapat
disimpulkan bahwa kebersihan adalah salah satu faktor untuk menghindari dari
beberapa penyakit yang akan menyerang tubuh manusia.
4.2 Saran
Kita
harus menjaga kebersihan diri kita, maupun lingkungan kita, sehingga kuman,
virus maupun bakteri-bakteri tidak mudah menyerang tubuh kita, ketahanan tubuh
sangatlah penting. Makan – makanan yang bergizi dan bersih dari factor – factor
yang menyebabkan penyakit.
DAFTAR
PUSTAKA
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jadwal Sholat
Popular Posts
-
PERANAN ILMU ALAMIAH DASAR (IAD) DI DALAM PLS Dosen: Hasan Subekti, S.Pd., M.Pd v ROBIATUL ADAWIYAH ...
-
Assalamualaikum, Ucapana adalah sebuah do'a, perbuatan adalah kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai semua tumpukan mimpi...
-
Sosiologi No. Teori Proposisi Konsep Ilmuwan Referensi 1. Teori Oswald asapengler Bah...
-
Memahami Karakteristik Bahasa Indonesia Ilmiah Ejaan, Pilihan Kata, Dan Kalimat Dan Paragraf



