Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

16 January 2015

14 January 2015

12 January 2015

14 December 2014

Ilmu Kealaman Dasar




PERANAN ILMU ALAMIAH DASAR
(IAD) DI DALAM  PLS
Dosen:
Hasan Subekti, S.Pd., M.Pd



v ROBIATUL ADAWIYAH                      (131034045)
v SHERLY CLAUDIA PARDOSI            (131034067)
v NIKMATUL IRADINI                            (131034068)
v DESI SAFITRI                                         (131034082)
v MOHAMMAD ZAINUL MIFTA            (131034083)

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 2013 B
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA





KATA PENGANTAR

     Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya dalam menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
      Makalah disusun agar pembaca dapat mengetahui dan memahami apa hakikat ilmu alamiah dasar serta peranannya dalam pendidikan luar sekolah. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
       Makalah ini memuat tentang “Hakikat dan Peran Ilmu alamiah Dasar Dalam Pendidikan Luar Sekolah”. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, teman-teman, dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini, sehinggga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
        Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan sarannya guna perbaikan di kemudian hari. Terimakasih

                                       
                                                                                                 Surabaya,  November 2013
                  
                                                                                                        
                                                                                                            Penyusun







DAFTAR ISI
Kata pengantar ................................................................................................1
Daftar Isi .........................................................................................................2
Bab 1 Pendahuluan
            1.1 Latar Belakang ............................................................................. 3        
            1.2 Rumusan Masalah ........................................................................3
            1.3 Tujuan Penulisan ..........................................................................3
Bab II Pembahasan
            2.1 Hakikat Ilmu Alamiah Dasar......................................5
            2.2 Pengertian Pendidikan Luar Sekolah...........................................8
            2.3 Tujuan dan Fungsi Mata Kuliah Sains Dasar .............................11
2.4 Peranan Ilmu Alamiah Dasar Dalam Pendidikan PLS................12
Bab III Penutup
            3.1 Simpulan .....................................................................................16
            3.2 Saran ...........................................................................................16
Daftar Pustaka .............................................................................................. 17



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
          Dalam era globalisasi ini telah banyak bermunculan ilmu pengetahuan yang mutakhir dimana-mana, yang semua itu akan berdampak pada kehidupan kita didunia. Salah satu dari beberapa ilmu itu adalah ilmu alamiah dasar.
          Kita sebagai para calon pendidik pun masih banyak kelemahan dalam penguasaan ilmu, banyak belum mengenal ilmu-ilmu tersebut. Khususnya ilmu kealaman dasar yang penting.
          Hakiakat ilmu kealaman dasar itu pun mampu menjadi dasar bagi kita untuk melangkah dalam mempelajari mata kuliah ini. Serta peranannya yang besar bagi perkembangan kita untuk hidup dalam masyarakat. IAD Memberikan arah yang jelas.
           Ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sesuai dengan perkembanangan kebutuhan manusia, ilmu pun selalu berkembang dengan cepat. Ilmu dapat memberikan dampak yang bermacam-macam terhadap kehidupan manusia.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tesebut, maka rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah;
1. Apa hakikat dari ilmu alamiah dasar?
      2. Apa pengertian pendidikan luar sekolah?
      3. Apa tujuan dan fungsi mata kuliah Sains Dasar?
      4. Apa peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah?

1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini tak lain adalah:
1. Untuk mengetahui dan menjelaskan apa itu hakikat ilmu alamiah dasar.
2. Untuk mengetahui pengertian pendidikan luar sekolah
3.  Untuk mengetahui tujuan dan fungsi mata kuliah Sains Dasar
4. Untuk mengetahui dan memahami peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah.



BAB II
                                             PEMBAHASAN

2.1  Hakikat Ilmu Alamiah Dasar
             Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri    sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Jadi ilmu alamiah dasar tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya ilmu-ilmu lainnya.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
            Sebenarnya kita sudah tidak asing lagi dengan disiplin ilmu ini, karena secara tidak sadar sudah kita temukan dimana saja, dan kapan saja, serta dalam bentuk apa saja. Dan tentunya semua ilmu memiliki tujuan, peran, manfaat dan fungsi. Begitu juga dengan ilmu alamiah dasar. Tujuan ilmu alamiah dasar adalah:
1. Memperkenalkan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan alam.
2. Memberikan wawasan pengetahuan, pengertian, dan apresiasi terhadap objek dan cara pemikiran serta cara-cara pendekatan dalam IPA dan teknologi.
3. Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran , cara-cara pendekatan dan hasil-hasil dalam IPA dan teknologi.
4. Mengembangkan interaksi yang selaras dan disiplin-disiplin ilmu eksakta maupun non-eksakta.

Sedangkan fungsi dari Pengajaran Ilmu alamiah dasar adalah:
1. Mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa Non-eksakta.
2. Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar pada pengembangan diri, ilmu dan profesi para mahasiswa non-eksakta.

1. Pengetian Ilmu Pengetahuan Alam
             H.W fowler mengatakan bahwa ilmu pengetahuan alam merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan yang didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan masalah tertentu. Metode inilah yang menjadi dasar metode yang digunakan dalam IPA.

2. Lahirnya Ilmu Alamiah
            Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pertambahan pengetahuan didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)

3. Metode Ilmiah dan Implimentasinya
             Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat sebagai berikut :
1. Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2. Masalah dan problema, menemukan masalah dengan kata lain adalah dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3. Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4. Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)

             Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu. Maka disusun teori. Dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk (terkait dengan teori pencahayaan.

4. Ketebatasan Ilmu Alamiah
               Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
               Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
               Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
               Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.

5. Filsafat Ilmu Alamiah
             Vitalisme, merupakan suatu doktrin yang menyatakan adanya kekuatan diluar alam. Kekuatan itu melikiki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di Alam semesta ini. (misalnya Tuhan). pendapat ini ditantang oleh beberapa orang lain karena dalam ilmu alamiah dikatakan bahwa segala sesuatunya harus dapat dianalisis secaras eksperimen. Atau harus cocok dengan metode ilmiah.
              Mekanisme, penyebab segala gerakan di alam semesta ini dikarenakan hukum alam (misalnya fisika atau kimia). Faham ini menganggap bahwa gejala pada mahluk hidup secara otomatis terjadi hanya berdasar peristiwa fisika –kimia belaka. Pandangan ini menyamakan gejala pada mahluk hidup dengan gejala benda tidak hidup sehingga perbedaan hikiki tidak ada. Dengan begitu dapat menghayutkan manusia ke pandangan materialisme yang selanjutnya kepada Atheisme.
                Agnotisme, untuk menghindari pertentangan vitalisme dan mekanisme maka aliran ini timbul, dimana aliran ini melepaskan atau tidak memperhatikan sisi dari sang pencipta. Mereka yang mengkuti aliran ini, hanya mempelajari gejala-gejala alam saja, aliran ini banyak dianut oleh ilmuwan Barat.
Filsafat Pancasila, paham yang menjembatani dari 2 aliran yang menyatakan bahwa alam dan hukumnya terjadi karena ciptaan tuhan dan proses selanjutnya menurut filsafat mekanisme (hukum alam). Hukum alam adalah itu adalah sama dengan hukum Tuhan.Dapat dilihat dari kehidupan makhluk hidup dari awal sampai akhir.

2.2 Pengertian Pendidikan Luar Sekolah
                Pendidikan luar sekolah sebenarnya sudah ada sebelum pendidikan formal  lahir. Pendidikan luar sekolah (PLS) sesungguhnya bukan merupakan hal yang baru dalam kehidupan manusia (Faure, 1981: 2). Pendidikan luar sekolah berjalan sesuai dengan peradaban manusia yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pelaksanaan, masyarakat melakukannya melalui upacara-upacara tradisional, keagamaan, kebudayaan, dan kegiatan belajar membelajarkan dalam bentuk magang oleh orang tua kepada anaknya atau orang yang sudah tahu kepada orang yang ingin tahu secara tradisional. Pendapat para pakar pendidikan luar sekolah mengenai definisi PLS cukup bervariasi. Philip H.Coombs berpendapat bahwa pendidikan luar sekolah adalah semua kegiatan pendidikan yang terorganisasi, sistematis dan dilaksanakan di luar sistem pendidikan formal, yang menghasilkan tipe-tipe belajar yang dikehendaki oleh kelompok orang dewasa maupun anak-anak. Russel Kleis, dalam bukunya Non-formal Education mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah usaha pendidikan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Biasanya pendidikan ini berbeda dengan pendidikan tradisional terutama yang menyangkut waktu, materi, isi dan media. Pendidikan luar sekolah dilaksanakan dengan sukarela dan selektif sesuai dengan keinginan serta kebutuhan peserta didik yang ingin belajar dengan sungguh-sungguh.    Axinn mengemukakan bahwa pendidikan luar sekolah merupakan kegiatan yang ditandai dengan kesengajaan dari kedua belah pihak, yaitu pendidik yang sengaja membelajarkan peserta didik, dan peserta didik yang sengaja untuk belajar. Suzanna Kindervatter mengemukakan definisi pendidikan luar sekolah sebagai berikut: pendidikan luar sekolah sebagai suatu metoda penerapan kebutuhan, minat orang dewasa dan pemuda putus sekolah di negara berkembang, membantu dan memotivasi mereka untuk mendapatkan keterampilan guna menyesuaikan pola tingkah laku dan aktivitas yang akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan standar hidup.
                Suzanna Kindervatter mengusulkan pendidikan pendidikan luar sekolah sebagai "empowering process”. Empowering process adalah pendekatan yang bertujuan untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada seseorang atau kelompok guna memahami dan mengontrol kekuatan sosial ekonomi dan politik sehingga dapat memperbaiki kedudukannya dalam masyarakat. Program pembelajaran dalam empowering process dirancang untuk memberi kesempatan kepada para anak putus sekolah, dengan menganalisis keadaan kehidupan mereka guna, mengembangkan keterampilan yang dikehendaki agar dapat merubah keadaan kehidupan mereka.  
Adikusumo (1986: 57) dalam bukunya Pendidikan Kemasyarakatan mengemukakan pengertian pendidikan luar sekolah sebagai berikut pendidikan luar sekolah adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah, dimana seseorang memperoleh informasi-informasi pengetahuan, latihan ataupun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya dengan tujuan mengembangkan tingkat kerterampilan, sikap-sikap peserta yang efisien dan efektif dalam lingkungan keluarga bahkan masyarakat dan negaranya. Sudjana, mengemukakan pengertian pendidikan luar sekolah sebagai berikut: "Pendidikan luar sekolah adalah setiap kegiatan belajar membelajarkan, diselenggara-kan luar jalur pendidikan sekolah dengan tujuan untuk membantu peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi diri berupa pengetahuan, sikap, keterampilan, dan aspirasi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, lembaga, bangsa, dan negara. Definisi dan pengertian pendidikan luar sekolah yang dikemukakan para pakar tersebut di atas pada prinsipnya menuju pada suatu wawasan mengenai pendidikan luar sekolah yaitu setiap kesempatan dimana teradapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah, guna membantu peserta didik dalam mengaktualisasikan potensi diri dalam mengembangkan tingkat pengetahuan, penalaran, keterampilan sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Hasil yang diperoleh dari pendidikan luar sekolah diharapkan dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
 Peran Pendidikan Luar Sekolah Masalah pendidikan dalam pendidikan sekolah, menyebabkan pendidikan luar sekolah mengambil peran untuk membantu sekolah dan masyarakat dalam mengurangi masalah tersebut. Sudjana (1989:107) mengemukakan peran pendidikan luar sekolah adalah sebagai “pelengkap, penambah, dan pengganti". Sebagai pelengkap pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah berfungsi untuk melengkapi kemampuan peserta didik dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh dalam pendidikan sekolah. Isi pogram didasarkan atas kebutuhan peserta didik. program dilakukan oleh para penyelenggara pendidikan dan bekerja sama dengan masyarakat. Programnya bermacam-macam, seperti pendidikan keterampilan produktif, olah raga, kesenian, kelompok belajar, kelompok rekreasi dan kelompok pencinta alam. Pendidikan luar sekolah sebagai pelengkap ini dirasakan perlu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat dan mendekatkan fungsi pendidikan sekolah dengan kenyataan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu program-program PLS pada umumnya dikaitkan dengan lapangan kerja dan dunia usaha seperti latihan keterampilan kayu, tembok, las, pertanian, makanan, dan lain-lain. Sebagai penambah pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah sebagai penambah pendidikan sekolah bertujuan untuk menyediakan kesempatan belajar kepada:
1. Peserta didik yang ingin memperdalam materi pelajaran tertentu yang diperoleh selama mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah. Kegiatan belajar tambahan ini dilakukan di luar jam pelajaran dengan menggunakan ruang kelas di sekolah yang bersangkutan atau ditempat lain. Materi pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Para pendidik pada umumnya adalah guru-guru mata pelajaran yang bersangkutan sangkutan atau sumber belajar lain yang ada di masyarakat.
2. Alumni suatu jenjang pendidikan sekolah dan masih memerlukan layanan pendidikan untuk memperluas materi pelajaran yang telah diperoleh. Kebutuhan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu : 1) Memperluas materi pelajaran yang telah diperoleh untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Kebutuhan ini biasanya dilakukan melalui bimbingan studi, bimbingan tes, kursus-kursus dan kelompok belajar; 2) Menambah pengetahuan tentang materi belajar yang dirasakan penting sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat. Kebutuhan ini dilakukan melalui kursus-kursus, diskusi, seminar lokakarya, penelitian dan studi kepustakaan.
3. Mereka yang putus sekolah dan memerlukan pengetahuan serta keterampilan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan atau penampilan diri dalam masyarakat. Upaya ini dikaitkan dengan keterampilan kerja dan berusaha.

Pendidikan luar sekolah sebagai penambah ini diarahkan untuk membekali para lulusan dan mereka yang putus sekolah untuk memasuki dunia kerja. Sebagai pengganti pendidikan sekolah Pendidikan luar sekolah sebagai pengganti pendidikan sekolah meyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak atau orang dewasa yang karena berbagai alasan tidak memperoleh kesempatan untuk memasuki satuan pendidikan sekolah, umumnya sekolah dasar. Program pendidikan ini sering diselenggarakan di daerah-daerah terpencil atau daerah yang disebut kantong terasing yang belum memiliki sekolah dasar. Kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung dan pengetahuan praktis dan sederhana yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti pemeliharaan kesehatan lingkungan dan pemukiman, gizi keluarga, cara bercocok tanam, dan jenis-jenis keterampilan lainnya. Kegiatan ini sanya dikelola oleh lembaga-lembaga pemerintah dan badan-badan sosial yang mempunyai tugas pelayanan pada masyarakat.

2.3 Tujuan Dan Fungsi Mata Kuliah Sains Dasar
            Tujuan mempelajari Sains Dasar ini adalah untuk mengetahui semua perilaku alam semesta yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Secara garis besar rumusan tujuan tersebut adapat terperinci sebagai berikut:
  1. Menambah wawasan tentang Sains Dasar ,terutama mengembangkan sikap ilmiah seperti : jujur,terbuka, optimis,tidak mudah putus asa, peka terhadap kelestarian lingkungan, dan memupuk keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Meningkatkan wawasan tentang alam dan lingkungan yang memberika kekuatan bagi sumber-sumber kemakmuran masyarakat
  3. Meningkatkan kecintaan akan sumber-sumber alam dan lingkungan
  4. Menempatkan nilai-nilai sumber daya alam dan lingkungannya sebagai pendorong semangat ilmiah dalam kaitan dengan perkembangan IPTEK
  5. Mengembangkan kemampuan pribadi untuk berkehidupan bermasyarakat terutama dalam bidang kekaryaan dan profesi
  6.  Mampu berfikir secara rasional, sistematis, dan bersikap professional dalam menyelesaikan masalah kehidupan
  7. Berjiwa besar dan mampu menerima pendapat orang lain secara logis dan ilmiah
  8. Memupuk rasa tanggung jawab terhadap sumber daya alam dab lingkungan
  9. Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin ilmu eksak dan non eksak.

2.4 Peranan ilmu alamiah dasar dalam pendidikan luar sekolah

             Tentunya semua disiplin ilmu itu memiliki peran dalam kehidupan manusia. Yang mana perannya ini dapat bersifat baik dan dapat bersifat buruk. Sedangkan peran Ilmu Alamiah Dasar dalam kehidupan  manusia terutama bagi pendidikan luar sekolah sampaisaat ini antara lain:
1. Bidang pangan dan perbaikan gizi
Dalam bidang pangan dan gizi, peran sains cukup besar baik dari segi peningkatan penyediaan pangan, penganekaragaman pola konsumsi masyarakat, maupun dalam peningkatan status gizi masyarakat serta mengurangi berbagai jenis penyakit akibat kekurangan gizi.

2. Suatu ilmu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Dengan adanya perkembangan ilmu alamiah dasar dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan ilmu IPA dapat timbul cabang-cabang ilmu lain yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

3. Suatu ilmu yang dapat menaikkan kualitas mutu produksi.
Dengan teknologi material yang bersumber dari ilmu dasar ini yaitu oleh konsep-konsep IPA para ahli makin menguasai sifat maupun pemanfaatan suatu senyawa, denagn mengubah atau mereaksikan nya dengan senyawa lain sehingga mendapatkan senyawa baru dengan kualitas tinggi yang sesuai dengan harapan.

4. Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu yang berkaitan dengan alam.
Tentu saja bila kita mengenal ilmu alamiah dasar kita akan menemukan ilmu-ilmu lainnya, karena ilmu alamidah dasar (IAD) ini bukanlah ilmu yang berdiri sendiri.
5. Meningkatkan system transportasi dan komunikasi.
Perkembangan ilmu semakin pesat, menimbulkan tekanan dalam pikiran para ilmuan untuk terus berkarya dalam hal-hal yang baru termasuk dalam transportasi dan komunikasi. Yang dulunya kita berkomunikasi sangatlah sulih, nah sekarang anya dalam hitungan detik kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang jauh lokasinya. Begitu juga dengan transportasi, dulu kita bila ingin menjangakau tempat yang jauh kita membutuhkan berhari-hari, namun kini dengan adanya iptek ini hal yang lama menjadi cepat.

6. Memberikan kontribusi tentang ilmu kesehatan.
Sebagaimana kita ketahui ilmu kedokteran itu sarana dan prasarananya adalah ilmu dasar ( fisika, kimia, biologi) serta alat-alat elektronik dan non elektroik.

7. Dapat meninakatkan kualitas SDM.
Dengan adanya IAD kita dapat meningakatkan SDM.

8. Dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
Dengan adanya IAD maka Semakin banyak perusahaan maupun sekolah, maka peluang dalam lapangan pekerjaan itu menjadi lebih besar.

9. Dapat meningakatkan keborosan dan menimbulakan pencemaran lingkungan.
Pendayagunaan teknologi SDA pun dapat mengakibatkan dampak negative bila kita salah dalam penggunaannya.

10.Bidang teknologi informasi dan komunikasi
    Perkembangan masyarakat informasi merupakan proses kesinambungan revolusi    industri. Selama ini berkat kemajuan di bidang telematika (telekomunikasi dan infornasi), maka arus informasi akan mengalir secara deras dan sangat mudah diperoleh. Di lain pihak perkembangan kehidupan masyarakt juga menuntut

ketersediaan informasi yang tinggi. Kedua hal tersebut saling terkait mendorong terciptanya globalisasi informasi. Semua ini akan terlaksana dengan baik bila penguasaan sains sebagai sumber teknologi dkuasai dengan baik. Disini peran PLS sebagai memberikan  informasi dan kursus-kursus kilat terutama pada masyarakat perkotaan karena lebih cepat terkena perkembangan ilmu dan teknologi.

11.     Bidang Bioteknologi
Kehidupan manusia modern yang bercirikan kemajuan dan penguasaan IPTEK meletakkan bioteknologi sebagai teknologi terkemuka dan menjadikannya sebagai teknologi harapan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kesejahteraan umat manusi.
Dalam hal ini penerapan bioteknologi yang menguntungkan suatu Negara dan masyarakat adalah bioteknologi yang dapat digunakan secara langsung untuk mengatasi berbagai hal antara lain :
a.    Upaya peningkatan gizi
b.    Pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit
c.    Pemeliharaan lingkungan agar aman bagi kehidupan
d.   Upaya pengembangan efiseiensi produksi pangan, hewani seperti susu,keju dan daging.
e.    Industri hutan
f.     Industri obat-obatan
g.    Vaksinasin
h.    Energi
Untuk dapat berkembangnya bioteknologi secara baik diperlukan kemampuan penguasaan dalam bidang biologi, mikrobiologi, biokimia, genetika, fisika,kimia, dan rekayasa yang secara bersamaan mampu menguak tabir misteri kehidupan dan organisasi dari makhluk hidup.



  

                                                                     BAB III
                                                                  PENUTUP

3.1  Simpulan
            Pada hakikatnya ilmu alamiah dasar adalah bukan suatu ilmu yang berdiri sendiri,  melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sehingga dapat memberikan wawasan.
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip.

3.2  Saran
             Ilmu pengetahuan tidak selamanya membuat manusia menjadi lebih beradap dan mencapai kesempurnaan hidup, tapi pengetahuan ini juga dapat menjadikan bencana bagi diri kita.
Jadi kita harus faham betul ilmu pengetahuan apa yang sedang kita pelajari. Sebagai calon  pendidik  kita seharusnya mampu menganalisis mana yang baik dan mana yang buruk.




                                                          DAFTAR PUSTAKA


 Drs. Nasrudin Harun, MS, dkk: Sains Dasar,Surabaya :  Unesa University Press, 2007




























Kesehatan Masyarakat

MAKALAH
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN
 DENGAN SANITASI MAKANAN
DAN
HUBUNGAN ANTARA POLUSI UDARA
DENGAN PENYAKIT KULIT






Disusun Oleh :

Amirul Mushalihul Ibad         : 131034013       Hayatun Nufus                       : 131034019
Abd. Rohim Noer                   : 131034042       Bamabang Adi Suryono         : 131034072 

Wahyu Setyorini                     : 131034046       Desy Anjani Priastika            : 131034074
Aries Angga Prakoso             : 31034080         Mohammad Zainul Mifta       : 131034083
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGRI SURABAYA
(UNESA)
2013
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan hidayah -Nya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Hubungan Antara Linkungan Dengan Sanitasi Makanan Dan Hubungan Antara Polusi Udara Dengan Penyakit Kulit”.
Kami merancang makalah ini dengan bentuk se’sederhana mungkin untuk dapat di mengerti oleh para pembaca makalah ini, dan dapat diserapi akan ilmu pengetahuan yang tersirat di dalam makalah ini.
Kami sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi perbaikan makalah ini. Atasbantuan, arahan, danmotivasi yang senantiasadiberikanselamaini, dengansegalakerendahanhati, dari kelompok kamimenghaturkansegenapucapanterimakasih.






DAFTAR ISI
Kata Pengantar .........................................................................................        iii
Daftar Isi ....................................................................................................        iv
Bab I Pendahuluan ...................................................................................        1
1.1       Latar Belakang ..................................................................        2
1.2       Rumusan Masalah .............................................................        2
1.3       Tujuan Penulisan ...............................................................        2
Bab II Pembahasan ...................................................................................        3
A.       SANITASI MAKAN .............................................................        3
2.1.  Pengertian Higiene ............................................................        3
2.2    Pengertian Sanitasi ............................................................        3
2.3    Pengertian Makanan ..........................................................        4
2.4    Pengertian Higiene Sanitasi Makanan ...............................        4
2.5    Peranan Makanan Sebagai Media Penularan Penyakit
Menurut Sihite (2000) .......................................................        4
2.6    Prinsip Higiene Sanitasi Makanan .....................................        5
2.7    Prinsip Pengolahan Makanan ............................................        6
2.8    Prinsi Penyimpanan Makanan ...........................................        7
2.9    Prinsip Pengangkutan Makanan ........................................        7
2.10     Prinsip Penyajian Makanan .............................................        8
B.     PENYAKIT KULIT .............................................................        9
3.1    Penyakit Kulit ...................................................................        9
3.2    Jenis – Jenis Penyakit Kulit ...............................................        9
1.        Panu ...........................................................................        9
2.        Kudis ..........................................................................        10
3.        Eksim .........................................................................        11
4.        Jerawat .......................................................................        12
a)    Jerawat Biasa .........................................................        12
b)   Jerawat Batu ..........................................................        13
c)    Komedo .................................................................        14
Bab III Penutup ........................................................................................        15
4.1    Kesimpulan .......................................................................        15
4.2    Saran .................................................................................        15
Daftar Pustaka ..........................................................................................        16






BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk melestarikan kehidupannya, yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Untuk mendapatkan makanan tersebut diperoleh dengan cara berburu atau dengan cara bercocok tanam, sebagai lahan untuk berburu dan bercocok tanam tempatnya adalah lingkungan. Oleh karena itu makanan merupakan salah satu kajian dari pakar lingkungan.
Dalam kehidupan manusia dan setiap makhluk hidup, makanan mempunyai peranan penting dan peranan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
a.     Setiap manusia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya.
b.    Manusia yang terpenuhi semua kebutuhan makanannya akan terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga kerja yang produktif, dan sebagainya.
c.     Bahan makanan dapat merupakan media perkembang biakan kuman penyakit atau dapat juga merupakan media perantara dalam penyebaran suatu penyakit.
Berkenaan dengan peranannya dalam menimbulkan penyakit, makanan dapat digolongkan sebagai berikut:
a.    Secara alamiah makanan sudah mengandung bahan-bahan kimia yang beracun untuk dimakan. Misalnya: singkong jenis tertentu mengandung asam cyanida (HCN), jengkol mengandung asam jengkol, beberapa jenis ikan mengandung racun dalam tubuhnya.
b.    Sebagai media perkembang biakan mikroorganisme dan dapat dihasilkan toksin yang beracun bagi manusia. Mikroorganisme tertentu terdapat dimana-mana, sehingga kemungkinan suatu makanan dapat terkontaminasi adalah besar sekali. Hal ini menggambarkan manusia selalu bersaing dengan makhluk lain dalam hal mendapatkan makanan.
c.    Sebagai perantara penyebaran penyakit. Makanan mendapat kontaminasi oleh agen patogen melalui berbagai cara, sehingga penyakit dari satu orang dapat ditularkan kepada orang lain atau beberapa penyakit pada hewan dapat dipindahkan kepada manusia. 

1.2    Rumusan Masalah
Sampai sekarang ini makanan menjadi masalah yang serius, karena produksi makanan tidak bisa mengimbangi lajunya pertumbuhan penduduk. Lajunya produksi makanan seperti deret hitung sementara laju pertumbuhan penduduk seperti deret ukur. Akibatnya timbul berbagai kasus kelaparan, penyakit-penyakit kurang gizi antara lain beri-beri, pallagra, anemi zat besi dan kurang vitamin A. Disamping persediaan makanan yang tidak memadai, faktor kemiskinan juga memperberat terjadinya kasus-kasus penyakit kurang gizi. Salah satu usaha untuk mengurangi kasus kekurangan makanan muncul gagasan supaya mencari sumber protein baru non agricultura atau membentuk suatu badan dunia mengurusi sumber daya pangan sedunia. 

1.3    Tujuan Penulisan
Penulisan makalah yang berjudul ”Sanitasi Makanan” ini kiranya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada publik agar lebih memahami dan mengerti tentang apa itu sanitasi makanan dan bagaimana cara pengelolaan makanan yang benar yang memungkinkan akan terjadinya kelangsungan hidup yang nyaman dan sehat.




BAB I
PENDAHULUAN

2.1    Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk melestarikan kehidupannya, yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Untuk mendapatkan makanan tersebut diperoleh dengan cara berburu atau dengan cara bercocok tanam, sebagai lahan untuk berburu dan bercocok tanam tempatnya adalah lingkungan. Oleh karena itu makanan merupakan salah satu kajian dari pakar lingkungan.
Dalam kehidupan manusia dan setiap makhluk hidup, makanan mempunyai peranan penting dan peranan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
d.    Setiap manusia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya.
e.     Manusia yang terpenuhi semua kebutuhan makanannya akan terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga kerja yang produktif, dan sebagainya.
f.     Bahan makanan dapat merupakan media perkembang biakan kuman penyakit atau dapat juga merupakan media perantara dalam penyebaran suatu penyakit.
Berkenaan dengan peranannya dalam menimbulkan penyakit, makanan dapat digolongkan sebagai berikut:
d.   Secara alamiah makanan sudah mengandung bahan-bahan kimia yang beracun untuk dimakan. Misalnya: singkong jenis tertentu mengandung asam cyanida (HCN), jengkol mengandung asam jengkol, beberapa jenis ikan mengandung racun dalam tubuhnya.
e.    Sebagai media perkembang biakan mikroorganisme dan dapat dihasilkan toksin yang beracun bagi manusia. Mikroorganisme tertentu terdapat dimana-mana, sehingga kemungkinan suatu makanan dapat terkontaminasi adalah besar sekali. Hal ini menggambarkan manusia selalu bersaing dengan makhluk lain dalam hal mendapatkan makanan.
f.     Sebagai perantara penyebaran penyakit. Makanan mendapat kontaminasi oleh agen patogen melalui berbagai cara, sehingga penyakit dari satu orang dapat ditularkan kepada orang lain atau beberapa penyakit pada hewan dapat dipindahkan kepada manusia. 

2.2    Rumusan Masalah
Sampai sekarang ini makanan menjadi masalah yang serius, karena produksi makanan tidak bisa mengimbangi lajunya pertumbuhan penduduk. Lajunya produksi makanan seperti deret hitung sementara laju pertumbuhan penduduk seperti deret ukur. Akibatnya timbul berbagai kasus kelaparan, penyakit-penyakit kurang gizi antara lain beri-beri, pallagra, anemi zat besi dan kurang vitamin A. Disamping persediaan makanan yang tidak memadai, faktor kemiskinan juga memperberat terjadinya kasus-kasus penyakit kurang gizi. Salah satu usaha untuk mengurangi kasus kekurangan makanan muncul gagasan supaya mencari sumber protein baru non agricultura atau membentuk suatu badan dunia mengurusi sumber daya pangan sedunia. 

2.3    Tujuan Penulisan
Penulisan makalah yang berjudul ”Sanitasi Makanan” ini kiranya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada publik agar lebih memahami dan mengerti tentang apa itu sanitasi makanan dan bagaimana cara pengelolaan makanan yang benar yang memungkinkan akan terjadinya kelangsungan hidup yang nyaman dan sehat.




BAB II
PEMBAHASAN
C.      SANITASI MAKAN
2.1     Pengertian Higiene
a.    Higiene adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan kesehatan tersebut, serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan. Misalnya, minum air yang direbus, mencuci tangan sebelum memegang makanan, dan pengawasan kesegaran ataupun mutu daging (Azwar, 1990).
b.    Higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subyeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, serta membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan (Depkes RI, 2004). 

2.2     Pengertian Sanitasi
a.    Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia seperti pembuatan sumur yang memenuhi persyaratan kesehatan, pengawasan kebersihan pada peralatan makan, serta pengawasan terhadap makanan (Azwar, 1990).
b.    Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya, misalnya menyediakan air yang bersih untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah agar sampah tidak dibuang sembarangan (Depkes RI, 2004).
c.    Sanitasi makanan merupakan upaya-upaya yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada manusia (Chandra, 2006).
d.   Sedangkan menurut Oginawati (2008), sanitasi makanan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertumbuh dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam makanan yang dapat merusak makanan dan membahayakan kesehatan manusia. 




2.3     Pengertian Makanan
a.    Menurut WHO, makanan adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak termasuk air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk pengobatan (Chandra, 2006).
b.    Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pembuat makanan di tempat penjualan dan disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel (Depkes RI, 2003).
2.4     Pengertian Higiene Sanitasi Makanan
Higiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Persyaratan higiene sanitasi adalah ketentuan-ketentuan teknis yang
ditetapkan terhadap produk rumah makan dan restoran, dan perlengkapannya yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimia, dan fisika (Depkes RI, 2003).

2.5     Peranan Makanan Sebagai Media Penularan Penyakit Menurut Sihite (2000)
Peranan Makanan Sebagai Media Penularan Penyakit Menurut Sihite (2000), makanan dalam hubungannya dengan penyakit dapat berperan sebagai:
a.    Agent
Makanan dapat berperan sebagai penyebab penyakit, contohnya pada makanan yang terkenal di Jawa Timur (Lumajang) dan Jawa Tengah (Banyumas) yaitu tempe bongkrek. Tempe bongkrek terbuat dari kacang kedelai ditambah dengan ampas kelapa yang dijamurkan. Van veen dan Murtens menemukan 2 racun di dalam tempe bongkrek yaitu racun berwarna kuning dan racun tidak berwarna.
Contoh lain yaitu jamur seperti Aspergillus yaitu spesies dari genus Aspergillus yang diketahui terdapat pada semua substrat, yang akan tumbuh pada buah busuk, sayuran, biji-bijian, roti dan bahan pangan lainnya.
b.   Vehicle
Makanan juga dapat sebagai pembawa bibit penyakit yang bisa berasal dari luar atau dari dalam makanan, seperti bahan kimia atau parasit yang ikut termakan Universitas Sumatera Utarabersama makanan dan juga beberapa mikroorganisme yang patogen, serta bahan radioaktif yang bisa membahayakan kesehatan.
c.    Media 
Makanan bertindak sebagai tempat berkembang biak bibit penyakit, dimana kontaminan yang jumlahnya kecil seperti mikroorganisme, jika dibiarkan dalam waktu yang lama dan suhu yang cukup di dalam makanan, maka bisa menyebabkan wabah yang serius.

2.6     Prinsip Higiene Sanitasi Makanan
Prinsip higiene sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor yaitu tempat atau bangunan, peralatan, orang dan bahan makanan. Keempat faktor tersebut dikendalikan melalui 6 (enam) prinsip higiene sanitasi makanan yaitu (Depkes RI, 2003):
a.    Prinsip I : Pemilihan Bahan Baku Makanan
Bahan makanan mentah atau bahan baku merupakan dasar untuk menghasilkan makanan yang baik. Bahan baku yang baik akan menghasilkan makanan yang baik, sedangkan bahan baku yang tidak baik akan menghasilkan makanan yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk mendapatkan bahan baku yang baik, bahan baku makanan harus diamankan dari kerusakan seperti pecah dan busuk serta pencemaran, baik dari asal bahan baku atau maupun dari lingkungan. Kualitas bahan baku makanan yang baik dapat dilihat melalui ciri-ciri fisik dan mutunya dalam hal bentuk, warna, kesegaran, bau, dan lainnya. Bahan makanan dikatakan baik jika cukup tua atau matang sesuai kebutuhan, bebas dari pencemaran, tidak rusak secara fisik atau bahan kimia, dan bebas dari bibit penyakit.
b.    Prinsip II : Penyimpanan Bahan Baku Makanan
Bahan makanan yang digunakan dalam proses produksi baik bahan baku, bahan tambahan maupun bahan penolong, harus disimpan dengan cara penyimpanan yang baik karena kesalahan dalam penyimpanan dapat berakibat penurunan mutu dan keamanan makanan (Depkes RI, 2004).
Syarat- syarat penyimpanan bahan makanan menurut Depkes RI (2011) adalah:
1.    Tempat penyimpanan bahan baku makanan selalu terpelihara dan dalam keadaan bersih.
2.    Penempatannya terpisah dari makanan jadi.
3.    Penyimpanan bahan makanan diperlukan untuk setiap jenis bahan makanan:
-  Dalam suhu yang sesuai.
-  Ketebalan bahan makanan padat tidak lebih dari 10 cm.
-  Kelembaban penyimpanan dalam ruangan yaitu 80%-90%.
4.    Bila bahan makanan disimpan digudang, cara penyimpanannya tidak menempel pada langit-langit, dengan ketentuan sebagai berikut:
-  Jarak makanan dengan lantai 15 cm.
-  Jarak makanan dengan dinding 5 cm.
-  Jarak makanan dengan langit-langit 60 cm.
5.    Bahan makanan disimpan dalam aturan sejenis Disusun dalam rak-rak sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan rusaknya bahan makanan. Bahan makanan yang masuk lebih dahulu merupakan yang pertama keluar, sedangkan bahan makanan yang masuknya belakangan terakhir dikeluarkan atau disebut dengan sistem fifo (first in first out). 
Penyimpanan bahan makanan mentah jenis bahan makanan digunakan dalam wakt3 hari atau kurang 1 minggu atau kurang 1 minggu atau lebih daging, ikan, udang, dan olahannya -5áµ’c s.d 0áµ’c -10áµ’c s.d -5áµ’c <-10áµ’c telur, susu dan olahannya 5áµ’c s.d7áµ’c -5áµ’c s.d 0áµ’c <-5áµ’c sayur, buah, dan minuman 10áµ’c 10áµ’c 10áµ’c tepung dan biji-bijian 15áµ’c 25áµ’c 25áµ’c sumber: mukono, 2000 ada 4 cara penyimpanan makanan yang sesuai dengan suhunya yaitu (depkes ri, 2004) :
1.    Penyimpanan sejuk (cooling), yaitu suhu penyimpanan 10 ºC – 15 ºC untuk jenis minuman buah, es krim dan sayur.
2.    Penyimpanan dingin (chilling), yaitu suhu penyimpanan 4 ºC – 10 ºC untuk bahan makanan yang berprotein yang akan segera diolah kembali.
3.    Penyimpanan dingin sekali (freezing), yaitu suhu penyimpanan 0 ºC – 4 ºC untuk bahan berprotein yang mudah rusak untuk jangka waktu sampai 24 jam.
4.    Penyimpanan beku (frozen), yaitu suhu penyimpanan < 0 ºC untuk bahan makanan protein yang mudah rusak untuk jangka waktu > 24 jam.

2.7     Prinsip Pengolahan Makanan
Pengolahan makanan adalah proses pengubahan bentuk dari bahan mentah menjadi makanan siap santap. Pengolahan makanan yang baik adalah yang mengikuti kaidah dari prinsip-prinsip higiene dan sanitasi. Semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari kontak langsung dengan tubuh. Perlindungan kontak langsung dengan makanan dilakukan dengan menggunakan sarung tangan plastik dan penjepit makanan (Arisman, 2009).

2.8     Prinsi Penyimpanan Makanan
Jadi Prinsip penyimpanan makanan jadi bertujuan untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangan bakteri pada makanan, mengawetkan makanan dan mencegah pembusukan makanan, dan mencegah timbulnya sarang hama dalam makanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan makanan jadi adalah :
1.    Terlindung dari debu,bahan kimia berbahaya, serangga, tikus, dan hewan lainnya .
2.    Makanan yang cepat busuk disimpan dalam suhu panas (65,5 ºC atau lebih) atau    disimpan dalam suhu dingin sekitar 4 ºC atau kurang.
3.    Makanan cepat busuk untuk digunakan dalam waktu lama (lebih dari 6 jam) harus disimpan dalam suhu - 5 ºC sampai -1 ºC.
4.    Untuk mencegah pertumbuhan bakteri usahakanlah makanan selalu berada pada suhu dimana bakteri tidak tumbuh yaitu dibawah 100C atau diatas 600C. 
5.    Makanan dan minuman yang disajikan harus dengan wadah yang bersih dan aman bagi kesehatan atau tutup makanan dan minuman harus dalam keadaan bersih dan tidak mencemari makanan.

2.9     Prinsip Pengangkutan Makanan
Prinsip pengangkutan makanan yang baik adalah tidak terjadinya pencemaran selama proses pengangkutan baik pencemaran fisik, mikroba, maupun kimia. Kemungkinan pengotoran makanan terjadi sepanjang pengangkutan yang dipengaruhi oleh alat pengangkut, teknik pengangkutan maupun tenaga pengangkut makanan.
Perlu diketahui bahwa makanan yang sudah dimasak sangatlah sensitif sifatnya, terutama sensitif untuk tumbuhnya kuman maupun proses pembusukan. Hal-hal yang penting diperhatikan dalam pengangkutan makanan yang memenuhi syarat sanitasi adalah sebagai berikut:
1.    Setiap makanan mempunyai wadah masing-masing (makanan jadi tidak bercampur dengan makanan mentah) dan wadah yang digunakan harus baik, utuh, kuat, dan ukurannya memadai dengan makanan yang akan diisi. Isi makanan dalam wadah tidak boleh penuh (harus ada udara di bagian atas) untuk menghindari terjadinya uap makanan yang mencair (kondensasi).
2.    Setiap wadah makanan harus ditutup secara baik dan tidak banyak dibuka selama pengangkutan sampai di tempat penyajian.
3.    Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur suhunya pada suhu panas (600C) atau suhu dingin (40C) Universitas Sumatera Utara.
4.    Kendaraan untuk mengangkut makanan tidak dipergunakan untuk keperluan mengangkut bahan lain.
5.    Pengangkutan makanan yang melewati daerah kotor harus dihindari dan cari jalan terpendek.

2.10 Prinsip Penyajian Makanan
Proses terakhir dari prinsip higiene sanitasi makanan adalah penyajian makanan atau penjajaan makanan. Dalam penyajian makanan harus diperhatikan tempat penyajian, alat penyajian, dan tenaga penyaji. Makanan disajikan pada tempat yang bersih, sirkulasi udara dapat berlangsung, peralatan yang digunakan bersih, dan orang yang menyajikan makanan harus berpakaian bersih, menggunakan tutup kepala, dan tangan penyaji tidak boleh kontak langsung dengan makanan yang disajikan (Slamet, 2004). Adapun syarat penyajian makanan yang baik adalah sebagai berikut (Depkes RI, 2011):



B.       PENYAKIT KULIT
3.1     PENYAKIT KULIT
Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada oring – orang dari segala usia, yang menyerang kulit tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Penyakit kulit yang dibahas disini adalah penyakit kulit yang tidak berbahaya atau dalam arti kata lain tidak akan menimbulkan dampak buruk terhadap kelangsungan hidup orang yang terkena penyakit tersebut.
3.2     JENIS – JENIS PENYAKIT KULIT
1.    Panu
Jamur adalah penyebab utama dari panu. Dan tentunya jamur tersebut munculnya dari kurangnya perhatian kesehatan terhadap tubuh, sehingga saat makan, makanan yang mengandung protein tinggi sering memunculkan dan bertambah banyaknya panu di badan.











Gambar Penyakit Panu
 



Solusi untuk menghilangkan panu : Ambil lenguas muda lalu tumbuk dan haluskan, kemudian diusapkan pada tubuh yang terkena panu.

Gambar Lengkuas












2.    Kudis
Tungau yang belapak kaki adalah menyebabkan kudis ini muncul, anak kecil sangat mudah sekali terkena kudis, ini dikarenakan sistem imun pada anak belum terlalu kuat. Kudis sendiri biasanya ditemukan pada selah-selah jari tangan, pergelangan tangan, dan pinggang batas celana. Dan penuluran kudis biasanya dari kontak langsung dan tidak lansung, misalnya dari pakaian, handuk, atau benda yang bersifat kontak langsung.



Gambar Penyakit Kudis










Kesehatan dan kebersihan lingkungan anda haurslah dijaga sebaik mungkin agar tidak terkena penyakit tersebut.
Persiapkan bahan – bahan seperti dibwah ini :


Minyak Zaitun


Bawang Putih

Celupkan Cotton Bud



















Campurkan semu bahan-bahan tersebut menjadi satu,dengan cara ditumpuk halus, setelah tercampur, usapkan campuran antara bawang pitih dan minyak zaitun dengan cara Celupkan cotton bud ke dalam campuran dan mencoba mengaplikasikannya pada area kecil dari kulit yang terinfeksi Andatersebut pada bagian penyakit kudis.

3.    Eksim
Badan yang meradang dan iritasi adalah bentuk dari ciri-ciri eksim, Eksim bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah memegang sabun ternyata tangan terasa gatal.


Gambar Penyakit Eksim









Cara yang bisa dilakukan sebagai bahan pengobatan. Misalnya salap dan krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison bisa mengurangi proses inflamasi atau keradangan.
Bagaimana Cara Pencegahannya?
Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :

a)    Jaga kelembaban kulit.
b)   Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
c)    Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
d)   Kurangi Stress.
e)    Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
f)    Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
g)   Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
h)   Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
Salah satu Obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit Eksim :










4.    Jerawat
Pada umumnya jerawat pernah muncul disetiap individu, karena jerawat sangat mudah sekali muncul pada permukaan kotor dan berminyak.
Jerawat akan berhenti muncul pada usia sudah lebih dari 25 tahun. Jika masih ada muncul, maka jerawat tersebut tidak sebanyak waktu usia sebelum 25 tahun.
Jerwat terbagi dari 3 macam, yaitu:

a.    Jerwat Biasa
Jerwat biasa sangat mudah untuk ditemukan, karena disetiap wajah dan tempat-tempat yang berminyak sering muncul jerwat.









Cara mengobati jerawat biasa :
1.        Rajin mencuci muka
Pijat wajah Anda dengan gerakan memutar dan basuh menggunakan air hangat.
2.        Minum Air Putih
Minum air putih minimal 8 gelas perhari, sebab akan menjaga kelembaban dan kesehatan kulit.
3.        Jauhkan Rambut dari Wajah
Sebab rambut mengandung minyak yang dapat memberikan kontribusi untuk menimbulkan jerawat.
4.        Jangan Menyentuh Jerawat
Jangan pernah memencet jerawatSebab akan meningkatkan produksi sebum dan memecahkan selaput dibagian bawah kulit yang dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan jerawat yang berlebih.
5.        Mengompres dengan Potongan Kentang
berkhasiat untuk mengempeskan jerawat dan menghilangkan bekar jerawat bila dilakukan secara rutin.
6.        Konsumsi Sayur dan Buah
Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan jerawat dan bekas jerawat, sebab sayuran dan buah mengandung banyak vitamin yang dapat menyehatkan kulit, terutama vitamin E yang sangat dibutuhkan kulit.
7.        Tidur Cukup dan Teratur
Dengan cukup tidur dan teratur akan membantu kulit untuk bergenerasi dan membuang racun yang berbahaya,

b.   Jerawat Batu
Jerawat batu sangat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Beberapa faktor yang membuat jerawat batu muncul adalah kelenjar minyak yang terlalu aktif dan cendrung membanjiri pori-pori kulit, pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu lambat dari bawah normal, kulit terlalu sensitif.








Cara mengobati jerawat batu :
1.      Gunakan Putih Telur dan Madu
Campurkan satu putih telur tersebut dengan satu sendok madu asliOleskan pada bagian jerawat dan kulit wajah, biarkan sekitar 10 atau 15 menit dan bilas dengan air bersih.
2.      Kunyit dan air jeruk
caranya tumbuk kunyit sampai merata, campurkan dengan perasan air jeruk dan oleskan pada wajah 10-15 menit setiap hari selama kurang lebih 10-20 hari.
3.      Kentang
Sebagai masker wajah secara rutin dapat menghilangkan pori tersumbat dan memecahkan jerawat batu yang bandel.

c.    Komedo
Jerawat ini ditemukan di hidung, disebabkan oleh banyaknya kelenjar minyak pada kulit yang berlebihan, sehingga menumpuk dan mengeluarkan putih-putih dari kumpulan minyak yang mati.










Gambar butiran komedo yang terdapat pada hidung

BAB III
PENUTUP
4.1    Kesimpulan
Jutaan bahkan ribuan virus disekitar kita, dapat cepat menyerang tubuh kita, dapat disimpulkan bahwa kebersihan adalah salah satu faktor untuk menghindari dari beberapa penyakit yang akan menyerang tubuh manusia.

4.2    Saran
Kita harus menjaga kebersihan diri kita, maupun lingkungan kita, sehingga kuman, virus maupun bakteri-bakteri tidak mudah menyerang tubuh kita, ketahanan tubuh sangatlah penting. Makan – makanan yang bergizi dan bersih dari factor – factor yang menyebabkan penyakit.



DAFTAR PUSTAKA