25 February 2015

Desain dan Do'a

Assalamualaikum,


Ucapana adalah sebuah do'a, perbuatan adalah kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai semua tumpukan mimpi didalam kaleng,,,,,
mimpi adalah sebuah do'a, namun jika mimpi itu adalah mimpi yang datang dari Allah, adakalanya mimpi datang dari Syaitan, yang mendatangi alam bawah sadar kita, membuat bayangan bayangan kejadian yang sangat tidak nyenyak untuk kita ceritakan dan kita teruskan dalam mimpi. Mimpi yang datang dari Allah adalah mimpi yang indah, adakalanya mimpi yang berasal dari Allah seperti kita bertemu dengan sosok yang sangat kita rindukan yaotu kawan kawan saat sekolah, guru, ustadz, ustazah. dan juga dapatlah mimpi itu berupa perjalanan menuju atas bukit nan indah untuk tetap membayangkannya.
Mimpi adalah hiasan dalam tidur. buatlah mimpimu sesegar apa yang kamu inginkan, sedikit pesan untuk sobat semua. " saat kamu akan tidur, cobalah berwudlu terlebih dahulu, agar syatan-syaitan tidak mengikuti tidur anda, dan berwudlu sebelum tidur juga dapat membersihkan wajah agar menghilangkan kotoran-kotoran yang hinggap di wajah. dan jangan lupa juga untuk membaca surat al-ikhlas, al- falaq, annas, dan ayat Qursy.
InsyaAllah akan di jaga dirimu dari segala gangguan yang menyebabkan tidumu tidak nyenyak, insyaAllah , hanya ALlah yang mengetahui, dan hanya Allah yang memberi.

21 February 2015

Panduan Fotografi Ponsel untuk Foto Traveling

Assalamualaikum....



Saya yakin kalian semua pasti doyan piknik atau traveling. Kalian pasti juga suka motret memakai ponsel. Pada tulisan ini saya mau sharing tentang fotografi ponsel, yakni tentang bagaimana memaksimalkan fotografi dengan menggunakan kamera ponsel. Kemampuan fotografi ponsel ini penting dipelajari supaya bisa mendapatkan hasil foto yang bagus dari ponsel, supaya bisa bikin ngiri temen-temen kamu di Facebook atau Twitter.
Fotografi identik dengan kamera DSLR, padahal pakai ponsel atau kamera saku juga bisa membuat foto travel yang bagus. Meskipun demikian, fotografi ponsel memang terbatas hanya untuk kebutuhan media sosial, website, blog dan maksimal untuk majalah.
Berikut adalah tips memaksimalkan kamera ponsel untuk Fotografi Ponsel.
1. Belilah memory external ponsel minimal 16GB, atau sesuaikan dengan kapasitas maksimal memory ponsel. Memory external yang besar membuat kita tidak takut kehabisan memory ketika kita mendapatkan momen yang bagus saat traveling.
2. Selalu gunakan LOW ISO di kamera ponsel. Ini juga sebagai tips untuk mencari ponsel, carilah yang bisa diset manual dan iso rendah. Semakin rendah iso yang digunakan, semakin halus dan bagus kualitas fotonya. Tetapi ada kekurangan memakai Low ISO ini, karena kita harus mendapatkan cahaya yang cukup terang.
3. Atur kualitas kamera ponsel ke paling tinggi atau paling bagus. Semakin besar pixel, semakin bagus juga kualitas foto yang dihasilkan. Inilah manfaat kita punya external storage memory card yang besar, kita tak perlu takut kalau kehabisan memory card.
Question: Apakah perlu foto dokumentasi piknik bareng-bareng temen juga harus diset file yang paling besar?
Answer : Menurut saya perlu sih, karena suatu saat kita akan mencetak foto tersebut dan menjadi memory yang tidak terlupakan.
4. Tips untuk memotret kuliner, carilah lokasi tempat duduk yang dekat dengan jendela. Karena biasanya cahaya dekat jendela itu terang untuk memotret tanpa flash. Usahakan memotret kuliner dengan cahaya alami dan hindari menggunakan flash agar tampak lebih natural.
5. Memotret dengan ponsel sangat rawan dengan guncangan dan shake. Jangan terburu-buru pada saat memotret. Tunggulah beberapa detik sampai kamera ponsel kita sudah merekam gambar dengan sempurna.
Tips lain untuk Memaksimalkan Fotografi Ponsel
Selain teknis diatas, kita juga harus berani banyak mencoba angle dan memotret, apa saja yang harus dieksporasi. Carilah angle dan komposisi yang menarik untuk menambah dimensi dan keindahan fotonya. Jangan takut untuk membidik ponsel kamu dengan Low Angle dan dekat dengan tanah untuk mendapatkan sudut pandang yang dramatis.
Sementara untuk foto landscape, sebaiknya diambil saat pagi hari dan sore hari, di saat cahaya tidak terlalu keras dan tidak terlalu over. Usahakan hindari memotret pada siang hari saat matahari tepat diatas kita. Tapi kalau sedang dalam situasi saat itu, kamu bisa menggunakan bantuan flash internal.
Bagaimanapun, kamera ponsel memiliki beberapa keterbatasan karena alat ini belum memiliki sensor yang besar seperti DSLR. Bisa dibilang, semua ponsel memiliki masalah dengan kontras, baik cahaya tinggi yang tinggg maupun cahaya rendah (low light). Untuk mengatasi masalah ini, gunakanlah fitur HDR, atau kalau tidak ada, kamu bisa mengunduh aplikasi yang mendukung HDR. Kunci dari fotografi yang baik adalah pencahayaan.
Penting untuk memotret dengan benar, alias jangan asal-asalan dalam memotret. Kalau foto kita sudah bagus hasil awalnya, mau diedit seperti apapun juga akan bagus. Foto yang sudah bagus hasil mentahnya mau sajikan bagaimanapun juga akan bagus hasilnya. Foto yang sudah tidak bagus, diedit seperti apapun tetap saja akan jelek hasilnya.
Semua foto yang saya tampilkan di tulisan ini diambil dengan menggunakan ponsel, dengan teknis yang sudah saya jelaskan di atas. Foto-foto tersebut tidak saya edit menggunakan Photoshop, tetapi hanya menggunakan Instagram. Saat ini banyak aplikasi edit foto di iOS dan Android, seperti Path, Snapsed, Photoshop Mobile dan banyak lainnya. Semua itu boleh digunakan asal foto kita sudah bagus dari awal.

Sumber : http://jogjastudent.com/fotografi-ponsel/

13 February 2015

Rapat Organisasi UKKI 2015

Assalamu'alaikum.......

Untuk kali ini telah dilaksanakan rapat untuk raker, disini hanya pemaparan saja, dan belum diadakan rapat yang membahas tetang jadwal yang tabrakaan antara agenda kegiatan di tiap - tiap bidangnya, insyaAllah pada tanggal 18 & 19 Februari 2015 akan di laksanakan rapat yang membahas jadwal yang mugkin berbenturan. sedikit hasil rapat kemarin ada sekitar 30 agenda kegiatan dari semua 3 departemen dan 6 bidangnya. dari sekian kegiatan yang telah kami susun ini Allah memberikan semua kemudahan sehingga semua kegiatan ini dapat terlakasan dengan maksimal. amiiiiinnn,,,,,,,

11 February 2015

06 February 2015

03 February 2015

Turunnya Barokah dariMu Ya Robbi

Assalamualaikum,
 


Dingin di sore kali ini merupakan sebuah hidayah dari Allah yang menurunkan butiran butiran barokahnya untuk mereka yang berada di dunia, dan mereka yang selalu bermunajat memohon kepada Allah atas segala apa yang ia inginkan. Turunnya hujan ini membuat semua makhluk di bumi dapat merasakannya, ya Rob dikala turunnya hujan ini kami memohon kepadaMu ya Rob dikabulkannya hajat-hajat kami semua, dan di kala turunnya hujan ini kami deberikan kemudahan didalam menjalani hidup diduia hingga kami dihidupkan kembali di akhirat. Ya Allah semoga apa yang kami idam idamkan didunia selama itu masih didalam jalanmu Ya Robbi.
Bismillahirrohmanirrohim.
Allahummaghfirli dunubi, waliwali dayya warhamhuma kama robbayani soghiro.
Do'a ini kupersembahkan kepada orang tua yang telah memberikanku pendidikan sehingga aku dapat berbakti kepada beliau, ya Allah berilah mereka kesehatan sehingga mereka dapat menggunakannya unutk beribadah kepada Engkau Ya Rob, mudahkanlah apa yang menjadi hajat mereka, mudahkan mereka dalam mencari ridhomu, mencari nafaqoh demi beribadah kepada Engkau. Mudah - mudahan mereka selalu dalam lindunganMu , amiinnn

PENGENALAN JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN




 
PENGENALAN JENIS-JENIS FOTO
DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN
Oleh : Yuda Kurniawan



Memotret adalah proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Dalam menciptakan sebuah karya foto kita harus mempunyai ide (konsep) yang matang agar tidak mengalami kesulitan dilapangan dan yang tidak kalah pentingnya adalah memahami tentang komposisi, ketajaman dan pencahayaan (teknis).

JENIS-JENIS FOTO
Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi. Jenis-jenis foto disini hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.
  1. FOTO MANUSIA
Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a. Portrait
Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
b. Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.


c. Stage Photography
Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.
d. Sport
Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.
  1. FOTO NATURE
Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.
a. Foto Flora
Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
b. Foto Fauna
Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.
c. Foto Lanskap
Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.
  1. FOTO ARSITEKTUR
Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.
  1. FOTO STILL LIFE
Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.
  1. FOTO JURNALISTIK
Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

TEKNIK DASAR PEMOTRETAN
Setelah kita mengenal jenis-jenis foto, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotrer untuk menghasilkan sebuah karya foto. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.
Focusing
Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.
Pengaturan Speed
Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
Pengaturan Diafragma
Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.

RESEP KREATIF PEMOTRETAN
1. Zooming
Zooming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas ring zoom pada lensa kamera. Zoom in adalah membuat gambar obyek tampak lebih mendekat sedangkan zoom out adalah membuat gambar obyek tampak lebih menjauh. Dalam pengaturan speed dan penggunaan zoom yang tepat akan memberikan efek motion (gerak) pada hasil foto.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod (jika diperlukan)
c.       Filter Radial Zoom (jika diperlukan)

Cara membuat :
a.       Memotret zooming, membutuhkan speed yang lambat, jadi pastikan speed pada kamera anda dalam setting speed lambat, pastikan objek dalam keadaan fokus
b.      Setelah speed ditentukan, maka lanjutkan dengan mengatur diafragma menyesuaikan speed agar mendapat pencahayaan yang normal
c.       Setelah mendapat normal, jepret shutter bersamaan dengan memutar ring zoom, jika ring zoom diputar dari jauh ke dekat maka disebut zoom in, jika ring zoom diputar dari dekat ke jauh disebut zoom out
d.      Jika kesulitan dengan speed lambat, anda bisa menggunakan tripod atau filter radial zoom.

2. Panning
Panning adalah teknik kreatif pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor, orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion (gerak) pada latar belakang (background).
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod (jika diperlukan)
Cara membuat :
a.       Sama seperti memotret zooming, motret panning membutuhkan speed yang lambat agar menghasilkan efek gerak. Jadi pastikan kamera anda dalam setting speed lambat
b.      Kemudian lanjutkan dengan mengatur diafragma agar mendapat pencahayaan yang normal
c.       Pencet shutter bersamaan dengan mengubah arah kamera mengikuti gerak objek
d.      Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan memencet shutter pada saat objek berada tepat di tengah kamera
e.       Jika anda kesulitan dengan speed lambat, pergunakan tripod.

3. Double/Multi Ekspose
Adalah teknik pemotretan dengan mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame. Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman komposisi serta pencahayaan.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Filter Multi Ekspose (jika  diperlukan)

Cara membuat :
a.       Memotret multi ekspose membutuhkan ide, konsep, dan kreativitas. Jadi pastikan anda sudah mempunyai ide
b.      Jika anda sudah mempunyai ide, pastikan objek yang akan anda potret dalam keadaan pencahayaan normal (atur terlebih dahulu speed dan diafragmanya)
c.       Jika pencahayaan sudah normal, pencet tombol shutter. Objek 1 sudah anda dapatkan
d.      Untuk mendapatkan objek ke-2, 3, dst., ulangi urutan di atas. Akan tetapi sebelum memutar kokang, putar tombol multi ekspose kemudian baru di kokang, kemudian pencet shutter dan begitu seterusnya
e.       Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan anda sudah memikirkan porsi untuk objek 1, 2, 3, dst dalam satu frame
f.       Jika anda kesulitan, anda bisa menggunakan filter multi ekspose.

4. Bulb
Bulb adalah proses pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran. Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod
c.       Kabel Release

Cara membuat :
a.       Pastikan kamera anda dalam setting speed bulb
b.      Untuk diafragma, terserah pada fotografer. Jika bukaan diafragma lebar maka efek dari sumber cahaya akan bulat. Jika bukaan diafragma sempit maka efek dari sumber cahaya akan berbentuk bintang
c.       Untuk lamanya rana membuka (speed), fotografer dapat menentukan sendiri waktunya
d.      Untuk menghindari goncangan pada kamera, lebih baik menggunakan tripod atau kabel release.

5. Siluet
Siluet adalah teknik pemotretan untuk menampilkan gambar obyek dalam keadaan gelap. Teknik ini memanfaatkan arah sumber cahaya yang berasal dari balik obyek yang akan kita potret. Teknik ini membutuhkan ketepatan pencahayaan agar obyek yang kita rekam tetap tampil dengan kontur dan ketajaman yang tepat.
Bahan-bahan :
a.       Kamera


Cara membuat :
a.       Teknik siluet ini memanfaatkan sumber cahaya yang datang dari balik objek sehingga pengukuran speed dan diafragma terletak pada sumber cahaya tersebut
b.      Karena kita mengukur pencahayaan normal pada sumber cahaya yang ada dibalik objek, maka efeknya objek yang ada didepannya akan lebih gelap.

6. Makro
Makro adalah kreatif dalam pemotretan dengan menggunakan lensa makro untuk mendapatkan gambar obyek yang sangat dekat sekali. Foto makro juga digunakan untuk mendapatkan detail dan tekstur pada obyek yang kita potret. Dalam pemotretan makro, ruang tajam akan menjadi sempit sekali oleh karena itu dibutuhkan ketepatan pancahayaan dan focusing. Ketika tidak ada lensa makro untuk melakukan pemotretan ini kita bisa menyiasatinya dengan membalik lensa normal untuk pemotreta makro.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Lensa Makro (jika punya)
c.       Filter Close Up

Cara membuat :
a.       Jika anda mempunyi lensa makro, maka memotret makro dapat dilakukan seperti pemotretan pada umumnya
b.      Jika anda tidak mempunyai lensa makro, anda bisa menyiasati dengan cara membalik lensa normal
c.       Jika anda masih kesulitan, pakailah filter close up

7. Framming
Framming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan unsur lain pada obyek yang kita potret sehingga membentuk kesan frame/bingkai tersendiri untuk menambah nilai keunikan dan menarik serta memperkuat kesan foto secara visual.
8.   Strobis
Strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (flash lain harus mengikuti pada flash utama). Keuntungan dengan menggunakan teknik ini kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.

Sumber : https://fotografiyuda.wordpress.com/seputar-fotografi/pengenalan-jenis-jenis-foto-dan-teknis-dasar-pemotretan/